AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sejak Januari hingga awal Juni 2025, terdapat 15 kasus positif COVID-19 yang teridentifikasi di wilayah Jakarta Selatan.
Menurut data tersebut, 14 kasus tercatat pada bulan Januari, sementara 1 kasus tambahan muncul pada Mei 2025.
Hingga awal Juni, belum ditemukan kasus baru. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana terdapat 743 kasus positif COVID-19 di Jakarta Selatan sepanjang tahun 2024.
Baca Juga: 35 Ucapan Menyambut Idul Adha 2025: Penuh Doa, Makna, dan Harapan Kebaikan
Warga Diminta Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Meskipun tren kasus menurun tajam, otoritas kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan, seperti:
- Memakai masker di tempat umum dan ruang tertutup,
- Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,
- Menjaga jarak fisik,
- Menghindari kerumunan, terutama di ruang tertutup tanpa ventilasi memadai.
Imbauan ini penting untuk mencegah kemungkinan lonjakan kasus baru yang bisa terjadi sewaktu-waktu, apalagi dengan adanya pergerakan masyarakat menjelang libur Idul Adha.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Penyebab Pengajuan Akun SPMB Jakarta 2025 Ditolak dan Solusi Cepatnya
Peningkatan Kasus COVID-19 di Beberapa Negara Asia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus COVID-19 dan risiko penyakit menular lainnya.
Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Murti Utami, menyampaikan bahwa pada minggu ke-12 tahun 2025, terjadi peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia, seperti:
- Thailand
- Hong Kong
- Malaysia
- Singapura
Situasi ini menjadi peringatan bahwa pandemi belum benar-benar usai, dan risiko penyebaran masih ada jika masyarakat abai terhadap pencegahan.
Kemenkes RI juga mengkonfirmasi bahwa terdapat tujuh kasus aktif COVID-19 di Indonesia hingga saat ini.
Meskipun jumlah tersebut tergolong rendah, pemantauan dan pelaporan tetap dilakukan untuk memastikan pengendalian wabah berjalan optimal.***
Share this article
Kasus COVID-19 di Jaksel turun jadi 15 per Jan–Jun 2025. Warga tetap diminta patuhi protokol karena risiko lonjakan masih ada.