AYOJAKARTA.COM – Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (LBH HKTI) menyatakan bahwa pihaknya siap untuk membela Rebecca Klopper atas beredarnya video asusila yang diduga dirinya.
LBH HKTI akan siap mendampingi Rebecca Klopper untuk melaporkan penyebar video tersebut ke pihak berwajib.
Pihak LBH HKTI mengatakan bahwa dalam kasus ini Rebecca Klopper adalah korban.
Baca Juga: Nextrans Luncurkan Platform Transfer Inovatif, Bantu UMKM Naik Kelas
Menurutnya, sosok perempuan yang ada di dalam video tersebut seperti berada dalam tekanan atau pengaruh obat-obatan.
“Kenapa RK itu saya anggap korban? Karena videonya jelas beda dengan artis-artis sebelumnya,” katanya dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube STARPRO Indonesia, Senin (29/5/2023).
“Ada kejanggalan dalam video itu. Bisa saja dalam tekanan atau juga dalam pengaruh obat ya. Dan bisa diduga RK sendiri tidak tahu kalau dia itu sedang divideokan,” sambungnya.
Kemudian, pihak LBH HKTI mengaku turut prihatin atas beredarnya video asusila yang membuat Rebecca kini down.
Baca Juga: Digugat Cerai Desta, Natasha Rizki Justru Bela dan Puji Suaminya di Pengadilan Agama
Menurutnya, akibat dari beredarnya video tersebut muncul banyak sorotan negatif netizen yang ditujukan kepada Rebecca.
“Sementara di luar, netizen dan sebagainya menyoroti negatif tentang RK ini, kan kasihan,” jelasnya.
Lebih lanjut, LBH HKTI pun menuturkan bahwa dalam hal ini Rebecca adalah korban.
Selain itu, pihaknya menilai bahwa hidup Rebecca saat ini sudah dipermalukan atas beredarnya video tersebut.
Terlebih lagi pihak LBH HKTI menyinggung bahwa ada pihak yang justru melaporkan Rebecca terkait video asusila tersebut.
Sehingga hal tersebut yang menjadi atensi LBH HKTI untuk membela Rebecca.
“Dia (RK) ini korban, dia ini sudah dipermalukan, sudah hancur hidupnya dengan hal seperti itu. Dan kenapa justru ada pihak-pihak yang justru melaporkan dia. Itulah yang menjadi atensi kami, jadi harus diluruskan ,” tutupnya.***

Share this article
Usai viral video asusila, LBH HKTI akan siap mendampingi Rebecca Klopper untuk melaporkan penyebar video tersebut ke pihak berwajib.