AYOJAKARTA.COM - Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan dan mendeklarasikan wabaha cacar monyet sebagai keadaan darurat global.
Ini berarti wabah cacar monyet adalah peristiwa luar biasa yang dapat menyebar ke lebih banyak negara.
Kondisi ini membutuhkan respons global yang terkoordinasi.
Pada bulan Juni 2022 lalu, kasus akibat infeksi virus monkeypox dan orthopoxvirus sudah sampai 200 kasus di Amerika Serikat.
Para ahli memperingatkan, virus ini bermutasi lebih banyak dari perkiraan.
Baca Juga: Kenali Gejala Cacar Monyet yang Mirip Cacar Air dan Daftar Orang yang Berisiko Terkena Penyakit Ini!
Cacar monyet menjadi endemik di wilayah Afrika Tengah dan Barat, 11 negara melaporkan menemukan kasus tersebut.
Virus ini ditularkan lewat kontak dekat dengan hewan terinfeksi yang kebanyakan pengerat atau berasal dari manusia.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa ada 16.836 kasus cacar monyet yang telah dikonfirmasi secara global.
Sebuah studi baru telah memperluas daftar gejala cacar monyet.
Kolaborasi dokter internasional telah mengidentifikasi gejala klinis baru cacar monyet dalam rangkaian studi kasus terbesar hingga saat ini.
Studi New England Journal of Medicine dilakukan sebagai tanggapan terhadap ancaman kesehatan global, melaporkan 528 infeksi cacar monyet yang dikonfirmasi di 43 lokasi antara 27 April hingga 24 Juni 2022.
Tiga gejala cacar monyet yang lain dan lebih buruk ini termasuk lesi genital tunggal, luka di mulut dan luka anus.
Gejala klinisnya mirip dengan infeksi menular seksual (IMS) dan dapat dengan mudah menyebabkan kesalahan diagnosis.
Pada beberapa orang, gejala cacar monyet pada anus dan mulut menyebabkan mereka harus dirawat di rumah sakit, karena kesulitan menelan akibat rasa sakitnya.
Karena itulah, penting untuk mengenali gejala baru cacar monyet, cara mengidentifikasi dan cara mengelolanya.
Sebab, kesalahan diagnosis bisa semakin memperlambat upaya pengendalian penyebaran virus cacar monyet.
Baca Juga: Wanita Penderita Endometriosis Lebih Berisiko Terkena Stroke, Ini Penyebabnya!
Penelitian inipun mengarah pada tingkat diagnosis cacar monyet ketika orang-orang dari kelompok rentan datang dengan gejala IMS.
Langkah-langkah kesehatan masyarakat, seperti pengujian dan sosialisasi perlu ditingkatkan.
Hal ini perlu dikembangkan dan diimplementasikan pada kelompok berisiko untuk memastikan langkah-langkah ini sesuai, tidak menimbulkan stigma dan menghindari penyebaran virus yang lebih luas.
“Virus tidak mengenal batas dan infeksi cacar monyet sekarang telah menjamah 10 negara dan lebih dari 13 ribu orang telah terinfeksi," kata Chloe Orkin, Profesor Kedokteran HIV di Queen Mary University of London dan Direktur kolaborasi SHARE dikutip dari Express.
Situasi ini juga memungkinkan para dokter di beberapa negara untuk membagikan pengalamannya menghadapi pasien cacar monyet, khususnya gejala-gejala yang dialami pasiennya.
Gejala umum cacar monyet sekarang ini mungkin bisa jauh lebih parah hingga membutuhkan perawatan rumah sakit.
Sehingga perlu pembahasan lebih luas untuk membantu dokter lebih mudah mengenali infeksi cacar monyet.
Dokter John Thornhill, Konsultan Dokter di Kesehatan Seksual dan HIV dan Dosen Senior Klinis di Barts NHS Health Trust dan Queen Mary University of London, menekankan bahwa cacar monyet bukan hanya penyakit menular seksual.
Penyakit ini bisa ditularkan melalui kontak fisik dekat.
Meskipun sebagian besar kasus cacar monyet sekarang ditularkan melalui aktivitas seksual, khususnya antara pria dan pria.
Selain itu, John dan timnya mengidentifikasi gejala cacar monyet ruam, yakni lesi kulit di area genital dan nyeri dubur.
Sayangnya, gejala cacar monyet ini bisa dianggap sebagai kondisi medis lain, seperti infeksi menular seksual yang dikenal sebagai sifilis atau herpes.
Sebab, gejala keduanya yang hampir mirip.***

Share this article
WHO menetapkan wabah cacar monyet sebagai kondisi darurat kesehatan global setelah kasusnya meningkat dan meluas ke banyak negara.