Anak-Anak pun Bisa Depresi Lho. Kenali Penyebabnya Berikut Ini!  

Ilustrasi seorang bocah mengalami depresi.
Ilustrasi seorang bocah mengalami depresi.

AYOJAKARTA.COM-– Waspadai ketika tingkat stres berlebihan, namun kita biarkan saja. Pasalnya stress yang disepelekan akan dapat meningkat ke taraf ke depresi yang mampu membuat hidupmu tambah sulit.

Depresi merupakan suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang.

Baca Juga: Resep Obat Kuat Alami untuk Menjaga Stamina Tubuh Agar Tetap Sehat Ala dr. Zaidul Akbar

Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup seperti kehilangan orang tercinta. Depresi juga dapat merupakan gejala dari sebuah penyakit fisik dan efek samping dari penggunaan obat dan perawatan medis tertentu.

Seseorang yang mengalami depresi dapat mengalami masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan tak jarang mereka merasa bahwa hidup sudah tidak ada gunanya lagi.

Meski demikian, seseorang yang mengalami depresi bukan berarti sosok yang lemah. Sebab depresi merupakan suatu penyakit yang dapat disembuhkan.

Baca Juga: Mengapa Kita Bisa Alami Depresi? Kenali Penyebabnya!

Depresi sendiri dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Seperti gangguan kecemasan, gangguan panik atau fobia sosial.

Orang yang menderita depresi cenderung terkucil secara sosial sehingga timbul keinginan untuk bunuh diri. Selain itu, mereka juga rentan menyakiti tubuhnya sendiri. Misalnya memotong anggota tubuh tertentu.

Depresi ini dapat bertambah buruk jika tidak diobati. Depresi yang tidak diobati dapat mengakibatkan masalah emosional, perilaku, dan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi setiap segi kehidupan Anda, bahkan berujung pada kematian.

Baca Juga: 7 Amalan di Hari Jumat Ini Bisa Raih Pahala Berlipat, Apa Saja?

Depresi tidak hanya dialami orang dewasa, namun juga anak-anak. Banyak penyebab depresi yang dialami anak, dan harus mendapat perhatian lebih.

Kenali, penyebab depresi pada anak-anak agar anak-anak kita tidak merasa hidupnya menyedihkan. Mengutip hellosehat.com, Kamis, 28 Juli 2022, ini dia beragam penyebabnya !

Tekanan Orang Tua

Anak-anak yang mendapatkan tekanan lebih besar dari orang tua dapat mengakibatkan depresi. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak yang dipaksa orang tua untuk memiliki prestasi tinggi baik dalam dunia sekolah maupun lainnya.

Bahkan seringkali kondisi ini menyebabkan anak menjadi ketakutan dan tidak mau terbuka pada orang tua. Biasanya anak-anak jarang memperlihatkan kondisi ini dirumah dan di sekolah lebih mudah diamati.

Baca Juga: Alasan 4 Weton Ini Dilarang ke Luar Rumah saat Malam Satu Suro. Hati-hati!

Kondisi Keluarga yang Tidak Harmonis

Orang tua yang seringkali bertengkar atau ribut dan diketahui oleh anak akan membuat mereka merasa sangat tertekan.

Anak-anak cenderung menjadi pendiam dan kurang aktif. Kondisi ini juga bisa menyebabkan trauma sehingga anak-anak sering melampiaskan ke berbagai tindakan di luar rumah.

Anak Korban Perceraian Orang Tua

Anak-anak yang menjadi korban perceraian orang tua lebih sering mengalami depresi. Mereka merasa kehidupan keluarga sudah hancur dan merasa sangat malu. Terlebih jika orang tua harus berpisah dan mereka harus tinggal dengan saudara yang terpisah.

Kondisi Lingkungan Sekolah yang Buruk

Untuk itu anak-anak juga bisa mengalami trauma karena kondisi lingkungan sekolah yang buruk. Biasanya anak yang menjadi korban akan mengalami masalah pikiran yang sangat berat. Posisi mereka menjadi sangat sulit karena tidak bisa  berbicara dengan orang tua ataupun guru.

Ada beberapa penyebab yang sangat luas dari kondisi ini seperti dilecehkan oleh guru, dianggap kurang pintar, dan bentuk fisik yang sering dijadikan bahan ejekan oleh teman.

Baca Juga: Alasan Pria Enggan Mengumbar Hubungan dengan Pasangan di Media Sosial, Pahami Ya!

Trauma

Ketika melihat sebuah kejadian yang buruk akan mendorong anak-anak mengalami depresi. Kondisi ini bisa menjadi sangat luas karena penyebab trauma yang berbeda-beda. Seringkali anak-anak yang mengalami depresi membutuhkan bantuan dari ahli dan membutuhkan terapi panjang untuk mengatasi rasa trauma. Orang tua dan pihak luar seperti sekolah harus berperan  membantu anak mengatasi trauma.

Tidak Bisa Terbuka dengan Orang Tua

Jika orang tua terlalu galak, kurang memahami anak dan sering bersikap kurang bijak juga dapat membuat anakterkena depresi. Kondisi ini biasanya terjadi akibat anak-anak merasa tidak bisa terbuka dan sulit untuk bercerita kepada orang lain.

Baca Juga: Panduan Daftar BPJS Kesehatan Online 2022 Pakai HP, Tak Perlu Repot ke Kantor!

Faktor Genetik

Depresi sebenarnya juga bisa terjadi akibat dari kondisi genetik dalam garis keluarga. Kondisi ini sangat terpengaruh oleh gen. Akibat dari kondisi ini sering menyebabkan anak-anak merasa terjebak dalam posisi yang sulit.

Jika sudah terjadi seperti ini maka depresi harus mendapatkan perawatan medis dari ahli. Depresi karena genetik biasanya tidak bisa disembuhkan, namun hanya bisa dikendalikan dengan obat-obatan tertentu.

 

 

 

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# korban perceraian
# depresi
# trauma

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.