Apa Itu Cancel Culture? Simak Penjelasan dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

- Jumat, 29 Juli 2022 | 10:30 WIB
Budaya cancel culture merupakan salah satu alat keadilan sosial yang diciptakan masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dari sanksi sosia (Pixabay/GDJ)
Budaya cancel culture merupakan salah satu alat keadilan sosial yang diciptakan masyarakat melalui media sosial sebagai bentuk dari sanksi sosia (Pixabay/GDJ)

AYOJAKARTA.COM - Belakangan, artis yang dianggap tidak sesuai norma dan perilakunya membuat geram seperti selingkuh, bullying atau rasis ramai di perbincangkan.

Banyak masyarakat melayangkan protes dengan cara cancel culture.

Satu di antaranya dengan memboikot artis yang bersangkutan supaya tidak tampil lagi di depan publik.

Istilah cancel culture mungkin sudah familiar di telinga.

Tren memboikot ini biasanya dilakukan terhadap sosok artis atau public figure yang dianggap telah membuat pernyataan atau berperilaku yang ofensif.

Fenomena tentang cancel culture umumnya terjadi di media sosial.

Semua orang sebenarnya bisa saja menjadi korban cancel culture, tetapi fenomena ini biasanya paling banyak dialami oleh tokoh-tokoh masyarakat, seperti politisi, aparatur negara, pemuka agama, dan selebritas.

Hingga saat ini, banyak fenomena cancel culture yang berhasil memerangi hal-hal negatif, seperti seksisme dan rasisme, karena fenomena ini menuntut adanya perubahan sosial.

Selain itu, cancel culture juga memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih jauh mengenai dampak dari setiap hal yang akan dilakukannya.

Halaman:

Editor: Fathul Amanah

Sumber: halodoc.com, alodokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X