AYOJAKARTA.COM - Suasana menyambut perayaan Natal dan Tahun baru, semakin terasa di sejumlah mall dan pusat perbelanjaan modern.
Selain menjadi daya tarik bagi pengunjung, hiasan dan ornamen Natal dan Tahun baru juga menjadi penanda antusiasme seremonial tahunan tersebut.
Replika bernuansa manusia salju, atau staf khusus yang berperan sebagai Santa Claus adalah menu andalan setiap pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya Diduga Kena Hack, 592 Ribu Tweet Hilang Semua!
Selain kedua hal tersebut, sejumlah mall juga mempertegas nuansa Natal dengan memutar lagu-lagu populer khas natal.
Dimana lagu Jingle Bells masih menempati urutan teratas dalam hal pemutaran menyambut datangnya natal.
Telinga kita mungkin sudah cukup akrab dengan lagu bernuansa riang tersebut, namun dibalik keakraban itu tersimpan sederet fakta menarik.
Dirangkum Ayojakarta dari kanal Youtube Rudhy’s Lumapelumey pada Kamis, 1 Desember 2022, berikut fakta dibalik lagu Jingle Bells.
Baca Juga: Skenario Ferdy Sambo Terbongkar: Yosua Harus Mati!
Jingle Bells adalah salah satu lagu paling dikenal dan paling sering dinyanyikan pada masa liburan musim dingin di dunia.
Lagu ini ditulis oleh James Lord Pierpont (1822–1893) dan diterbitkan dengan judul "One Horse Open Sleigh" pada musim gugur 1857.
Lirik lagu ini dibuat James Lord Pierpont pertama kali di sungai Mystic, Medford, Massachusetts.
Mulai diterbitkan pada tahun 1857 pada saat musim gugur untuk dinyanyikan dalam acara ucapan syukur di Amerika Serikat.
Namun dalam perkembangannya, lagu ini justru lebih populer diperdengarkan sebagai lagu menyambut datangnya natal.
Kyna Hamill, profesor sastra di Universitas Boston yang juga wakil presiden Medford Historical Society Medford menjelaskan tentang lagu jingle bells.
Menurut Hamill The One Horse Open Sleigh, selain memiliki arti kereta yang ditarik dengan satu ekor kuda.
Juga diyakini sebagai asal datangnya ide menulis lagu, karena aktivitas Pierpont banyak menggunakan kereta satu kuda.
Pada awalnya, Pierpont menulis lagu tersebut bukan ditujukan untuk menyambut perayaan datangnya natal.
Melainkan lagu tersebut justru berkisah tentang acara minum-minum usai pacuan kuda, karena tempat Pierpont di Medford adalah produsen minuman keras.
Dan lagu tersebut adalah cara Pierpont untuk bisa melupakan pengalaman-pengalaman pribadinya dengan sang Ayah.
Setelah pindah ke Savana, dan menikah dengan putri seorang walikota bernama Eliza Jane Purse, Pierpont kemudian menjadi pastor.
Baca Juga: Aksi Julian Jacob Lamar Mirriam Eka Tuai Cibiran Netizen: Bisa-bisanya Dia sambil Makan Permen Karet
Dalam acara Thanksgiving, Pierpont dipercaya untuk memimpin lagu The One Horse Open Sleigh yang ternyata disukai jemaat.
Lagu yang menunjukkan suasana malam Natal yang meriah dengan suara lonceng di sepanjang jalan menggambarkan betapa meriahnya perayaan Natal.
Lagu tersebut kemudian dinyanyikan ulang dalam perayaan natal, sehingga orang modern mengenalnya sebagai lagu menyambut natal. ***

Share this article
Memasuki bulan Desember, menjadi bulan yang dinanti untuk merayakan hari Natal dan Tahun baru. Lagu Jingle Bells sering dinyanyikan