AYOJAKARTA.COM – Klan Metkayina sang penguasa lautan pada film Avatar: The Way of Water ternyata terinspirasi dari salah satu suku yang ada di Indonesia, yaitu Suku Bajo.
Film pertama Avatar rilis pada 13 tahun yang lalu, kemudian menayangkan sekuelnya pada bulan Desember 2022 ini.
Kesuksesan film pertamanya membuat penonton menanti-nantikan kelanjutan ceritanya di film kedua yang ternyata memuaskan dengan kualitas animasinya yang sangat baik.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Film Natal dari Legendaris Hingga Romantis, Tonton Bareng Keluarga Yuk!
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Cine Crib, Avatar dinilai cocok untuk tontonan keluarga karena terdapat pesan moral yang cukup kental.
Terlebih, bagi para penonton yang pada saat menonton Avatar pertama belum berkeluarga dan kemudian sudah berkeluarga saat menonton film Avatar kedua. Penonton akan merasa sangat relate dengan masalah parenting yang terdapat dalam film.
Selain alur cerita yang menarik, Avatar menyajikan animasi yang memesona dan memanjakan mata dengan visual pemandangan hutan dan laut yang menawan.
Baca Juga: 5 Film Jadul Wajib Tonton Saat Liburan Natal dan Tahun Baru! Siap-Siap Nostalgia!
Dibandingkan dengan 13 tahun lalu, teknologi 3 dimensi pada saat ini sudah mengalami perkembangan pesat.
Cerita yang ada di dalam Avatar tidak hanya ada pada dialognya saja tapi terdapat juga di visual. Tanpa perlu ada narasi yang mengatakan bahwa Pandora indah, visual dapat memberitahu keindahan tersebut.
Keindahan visual Avatar diperkaya dengan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di hutan maupun di laut dalam film tersebut.
Baca Juga: Kaleidoskop 2022: 10 Film Paling Banyak Dicari Lewat Google di Indonesia Sepanjang Tahun Ini
Visual yang ditampilkan benar-benar terlihat seperti nyata, bahkan diklaim lebih indah dari menyaksikan langsung wahana wisata Sea World di Ancol.
Ternyata kehidupan laut dalam film Avatar ini salah satunya terinspirasi dari Indonesia, hal ini disampaikan oleh sang sutradara.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @pesona.indonesia, James Cameron sebagai sutradara film Avatar: The Way of Water mengatakan bahwa aktivitas Suku Bajo yang andal mengeksplorasi laut sebagai inspirasi Klan Metkayina di dalam filmnya.
“Ada orang (Sama-banjau) Indonesia yang tinggal di rumah panggung dan hidup di atas rakit. Kami melihat hal-hal seperti itu,” kata James Cameron.
Suku Bajo yang biasanya tinggal di atas rumah terapung memang dikenal sangat andal dalam mengeksplorasi lautan. Bahkan mereka bisa tahan menyelam hingga 13 menit di kedalaman 60 meter tanpa alat bantu.
Keberadaan Suku Bajo terdapat di beberapa wilayah yang tersebar di Indonesia seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Timur, dan beberapa wilayah lainnya.
Dikabarkan bahwa konflik yang terdapat pada film kedua Avatar hanya konflik kecil sebagai pembukaan yang akan memunculkan konflik lebih besar di filmnya yang ketiga nanti.***

Share this article
James Cameron, sutradara film Avatar: The Way of Water sebut aktivitas Suku Bajo yang andal mengeksplorasi laut sebagai inspirasi film ini.