AYOJAKARTA.COM - Skandal seputar HYBE Labels, raksasa industri hiburan Korea Selatan, terus berkembang usai penggerebekan polisi di kantor pusat mereka di Yongsan, Seoul.
Peristiwa ini memicu gelombang kritik publik, terutama di kalangan netizen Korea yang menuntut transparansi dan pertanggungjawaban.
Penggerebekan pertama dilakukan pada 24 Juli 2025 oleh Divisi Investigasi Kejahatan Keuangan Kepolisian Seoul, menyusul laporan dari Komisi Jasa Keuangan.
Baca Juga: Jadwal Tayang 'Confidence Queen', Park Min Young Membongkar Kejahatan Koruptor Kelas Kakap
Laporan tersebut mengungkap dugaan manipulasi saham dan perdagangan tidak adil oleh pihak internal HYBE.
Hanya berselang beberapa hari, penggerebekan kedua terjadi pada 29 Juli, memperkuat kecurigaan publik bahwa ada masalah yang lebih besar di balik layar.
Pihak berwenang masih menutup rapat hasil penyelidikan, namun indikasi mengarah pada kemungkinan meluasnya investigasi hingga ke luar negeri.
Pejabat dari Layanan Pajak Nasional mengisyaratkan adanya dugaan penggelapan pajak lintas negara, manipulasi harga transfer antar afiliasi, serta pencatatan aset dan pendapatan yang mencurigakan.
Beberapa pejabat menolak berkomentar dan mengungkapkan detail dari penggerebekan tersebut, tetapi salah satu pejabat mengungkapkan bahwa investigasi kemungkinan akan meluas dan menyelidiki potensi penyimpangan lainnya.Adapun Beberapa poin kejanggalan yang tengah disorot meliputi:
- Rumah mewah milik Bang Si Hyuk di AS senilai Rp 430 miliar, yang tidak tercatat dalam aset perusahaan.
- Kolaborasi ADOR dan Krafton dengan penjualan sekitar Rp 48,3 miliar, yang tidak dilaporkan dalam transaksi internal resmi.
- Laporan keuangan HYBE yang mencatat pendapatan hanya Rp 24,7 miliar dari total sebenarnya Rp 25,6 triliun.
- Afiliasi rahasia Ocean Drive Investment, yang baru diungkap setelah hampir tiga tahun.
- Pembayaran biaya pendidikan dari label kecil ke HYBE yang tidak proporsional terhadap pendapatan.
Saat ini, HYBE disebut menjadi salah satu dari 27 perusahaan yang diselidiki dengan dugaan penggelapan pajak hingga Rp 11,78 triliun. Di media sosial, netizen meluapkan kekecewaan:
- “HYBE seharusnya dibubarkan.”
- “Ini organisasi kriminal, bukan perusahaan hiburan.”
- “Jaksa khusus harus turun tangan.”
Dengan meningkatnya tekanan publik dan potensi kerugian terhadap reputasi artis-artis ternama seperti NewJeans dan LE SSERAFIM, kasus ini tampaknya baru memasuki awal dari penyelidikan yang jauh lebih besar.

Share this article
HYBE diselidiki atas dugaan penggelapan pajak & manipulasi saham. Publik desak transparansi, reputasi artis ikut terancam.