TEBET, AYOJAKARTA - Drummer Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx akhirnya disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac, meskipun sebelumnya dia mengatakan vaksin adalah konspirasi.
Hal inilah yang membuat Jerinx menghadapi dilema. Sebelum divaksin dia dihujat, setelah divaksin juga tetap dihujat.
"Memilih divaksin dihujat setengah negara. Belum divaksin eh dihujat oleh setengahnya lagi. Bisakah diskriminasi ini dihentikan? Apa bedanya vaksinisme dgn rasisme yg mengkotak-kotakkan manusia atas dasar ras nya? Apa? Kan kita tak bisa memilih ras kita, sedangkan kalau vaksin kita masih bisa menolaknya?," tulis Jerinx di akun Instagram barunya @true_jrx, dikutip Ayojakarta Selasa, (17/8/2021).
Jerinx menegaskan, tidak semua vaksin isinya sama. Karena itu, warga harus memperbanyak referensi untuk memilih menerima vaksin yang mana.
"Benar. Namun sadari juga bahwa tak semua vaksin isinya sama. Makin banyak referensi dan diskusi akan makin baik. Karena di akhir nanti, banyak dari kita memang benar2 mesti divaksin karena tidak punya pilihan lain (sama konsepnya dgn retorika rasisme) selain divaxx utk bisa survive dan kembali menafkahi keluarganya," tambahnya.
Jerinx juga menegaskan, dia tidak anti vaksin. Dia bersedia divaksin karena kerelaan sendiri, bukan karena diendorse.
"Saya tidak anti vaxx. Saya anti otoritarianisme dan fasisme. Saya divaxx tidak ada yang maksa juga. Proses vaksinisasi saya lakukan dengan suka rela atas inisiatif sendiri. Sekali lagi saya BERSUMPAH saya TIDAK ada dibayar atau diendorse untuk ini," tegasnya.
Diketahui, Jerinx disuntik vaksin Covid-19 pada Minggu (15/8/2021). Vaksinasi berlangsung di Polda Metro Jaya.
"Saya memutuskan untuk menerima vaksin yang saya ambil tadi itu setelah saya berdiskusi panjang dengan virolog dengan dokter Indro bisa dicari di Facebook," kata Jerinx.
Jerinx menambahkan, dia mempercayai adanya virus Covid-19 dan tidak bermaksud merendahkan nyawa korban yang meninggal karena virus corona. Dia meminta maaf jika ada yang tersinggung dengan kalimat "Endorse Covid-19".

Share this article
Jerinx juga menegaskan, dia tidak anti vaksin. Dia bersedia divaksin karena kerelaan sendiri, bukan karena diendorse.