AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengunggah tangkapan layar terkait pemberitaan salah satu media Jepang, NHK News yang membahas letusan Gunung Semeru yang dikaitkan dengan potensi tsunami Jepang.
Dikutip dari akun Twitter @DaryonoBMKG dan @nhk_news serta laman resmi www3.nhk.or.jp pada 4 Desember 2022 oleh AyoJakarta.com, tangkapan layar yang diviralkan oleh Daryono memiliki caption atau keterangan seperti berikut.
"Teman-teman media, bantulah kami menenangkan saudara kita yg sedang berduka dan takut. Cermati sumber yg benar, kasihan saudara kita di pesisir," cuit Daryono melalui akun Twitternya dilengkapi tangkapan layar media Jepang, NHK News.
Baca Juga: Tepat Setahun Erupsi, Kini Semeru Kembali Bergejolak: 4 Desember 2021-2022
Sementara itu, @nhk_news membuat tweet tentang informasi letusan Gunung Semeru, yang apabila diterjemahkan, 'Letusan berskala besar di Indonesia, "tidak ada dampak tsunami di Jepang," Badan Meteorologi Jepang.'
Sontak cuitan Daryono di BMKG menuai banyak reaksi warganet. Hingga membuat Daryono kembali membuat Tweet untuk memperjelas maksud cuitan sebelumnya.
"Saya mengunggah laman NHK yang sudah diterjemahkan itu sebagai bukti bahwa tidak ada apa apa yang patut dikhawatirkan. Ini buat klarifikasi beberapa media indonesia yang menulis seolah ada sesuatu yang akan terjadi. Maka saya minta kepada media kita cermati sumber aslinya jangan membuat kita takut," tulis Daryono di @DaryonoBMKG.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Sudah Sampai 17 Km, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Minta Warga Menjauh
Sementara itu, NHK News melaporkan adanya aktivitas erupsi salah satu gunung teraktif, Gunung Semeru yang juga gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 3600 meter.
Badan Meteorologi Jepang sebelumnya memantau apakah akan ada potensi tsunami akibat erupsi Gunung Semeru yang juga gunung teraktif.
Kemudian, mengeluarkan pengumuman tidak ada potensi tsunami di Jepang.
Hal ini karena menurut Pusat Informasi Abu Vulkanik Rute Udara di Darwin, Australia, semburan vulkanik mencapai ketinggian sekitar 15 kilometer, semburan vulkanik dapat dilihat menyebar pada citra satelit cuaca "Himawari".
Sementara itu, warganet Jepang bereaksi melalui kolom komentar Twitter @nhk_news, @hyesung_ berkomentar, "meskipun tidak melanda Jepang, orang yang sedang bekerja atau belajar di Jepang pasti khawatir."
Ini merujuk pada Pekerja Migran Indonesia maupun pelajar/mahasiswa yang sedang berada di Jepang.
Sementara itu, @nhk_news kembali menuliskan Tweet "letusan piroklastik terkonfirmasi di Gunung Semeru, tingkat peringatan dinaikkan ke (level) tertinggi)."***

Share this article
Kabar letusan Gunung Semeru terdengar sampai ke Jepang, meminta doa untuk membantu menenangkan masyarakat yang terdampak.