AYOJAKARTA.COM - Wilayah Mindanao, Filipina diguncang oleh gempa besar berkekuatan awal 7,6 M, meskipun kemudian direvisi menjadi 7,5 M pada, Jumat, 10 Oktober 2025.
Gempa tersebut menyebabkan paling sedikit dua orang meninggal akibat bangunan yang rubuh dan reruntuhan.
Getaran hebat ini memicu kepanikan, mulai anak-anak dievakuasi dari sekolah-sekolah di Davao City, kota besar terdekat dengan episenter.
Baca Juga: Jakarta Job Fair Hadir Lagi 14-15 Oktober 2025, Ribuan Lowongan Kerja dari 38 Perusahaan Hadir!
Beberapa rumah dan struktur publik mengalami keretakan, motor-motor terguling, dan sistem listrik serta konektivitas internet sempat terganggu.
Menurut PHIVOLCS (Philippine Institute of Volcanology and Seismology), gempa ini berasal dari pergerakan zona patahan di Philippine Trench pada kedalaman sekitar 23 km.
Karena lokasi episenter berada lepas pantai Manay, Davao Oriental, potensi tsunami pun sempat dikhawatirkan.
Peringatan tsunami akhirnya dicabut setelah pengamatan menunjukkan gelombang yang lebih kecil dari ekspektasi.
Gubernur Davao Oriental, Nelson Dayanghirang Sr, menyampaikan bahwa salah satu korban adalah wanita berusia 54 tahun yang tertimpa pagar bangunan listrik yang roboh.
Selain itu, sekitar 250 pasien dievakuasi dari rumah sakit yang rusak dan dipindahkan ke tenda sementara.
Presiden Ferdinand Marcos Jr menyatakan bahwa tim penyelamat dan bantuan akan segera dikerahkan begitu kondisi memungkinkan.
Sekolah-sekolah di daerah terdampak diberhentikan sementara dan fasilitas pemerintahan lokal, seperti di Iloilo City, menangguhkan operasi agar pegawai dapat memeriksa kondisi keluarga dan bangunan.
Baca Juga: Cari Tahu Jodoh Sejatimu Menurut Life Path Number, Hitung dari Tanggal Lahir
Äwalnya sangat pelan, lalu semakin kuat, itu adalah gempa terlama dalam hidup saya. Kami tidak bisa langsung keluar dari gedung karena guncangannya sangat kuat," kata Christine Sierte, seorang guru di kota Compostela dekat Manay, dilansir dari AFP.
"Langit-langit di beberapa gedung runtuh, tetapi untungnya tidak ada yang terluka. Beberapa siswa mengalami serangan panik dan kesulitan bernapas," sambungnya lagi.
Operasi pemeriksaan infrastruktur jalan, sekolah, dan jembatan telah dimulai oleh tim teknik dari Departemen Pekerjaan Umum Filipina.
Hingga saat ini tercatat lebih dari 179 gempa susulan, salah satu yang tersesar mencapai magnitudo 5,8.
Baca Juga: Cari Tahu Jodoh Sejatimu Menurut Life Path Number, Hitung dari Tanggal Lahir
Meskipun tsunami tidak terjadi secara besar, fluktuasi kecil pada permukaan laut sempat terdeteksi terutama di Indonesia bagian utara.
Filipina dikenal sebagai negara yang rawan bencana, berada pada jalur aktif geologi Ring of Fire.
Beberapa hari sebelumnya, provinsi Cebu juga baru saja dilanda gempa 6,9 yang menewaskan puluhan orang.
Kejadian ini menegaskan bahwa Filipina harus senantiasa waspada dan memperkuat sistem mitigasi bencana di masa mendatang.***
Share this article
Gempa 7,6 M mengguncang Mindanao, Filipina, menewaskan dua orang dan memicu kepanikan. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan lalu dicabut. Ratusan gempa susulan dan kerusakan dilaporkan di Davao.