AYOJAKARTA.COM - Wilayah Mindanao, Filipina, kembali diguncang gempa besar berkekuatan 7,5 magnitudo pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Gempa ini semula dilaporkan 7,6 M sebelum direvisi oleh PHIVOLCS (Philippine Institute of Volcanology and Seismology).
Guncangan kuat tersebut menyebabkan sedikitnya dua korban meninggal dunia, merusak rumah, menjatuhkan motor, dan mengganggu aliran listrik serta internet di kawasan Davao City.
Episenter gempa berada di laut lepas Manay, Davao Oriental dengan kedalaman sekitar 23 kilometer.
Karena posisinya dekat pantai, peringatan tsunami sempat dikeluarkan, namun akhirnya dicabut setelah gelombang laut terpantau lebih kecil dari perkiraan.
Pemerintah Filipina mengevakuasi ratusan pasien dari rumah sakit rusak, menutup sekolah, dan mengerahkan tim penyelamat untuk menilai kerusakan infrastruktur.
Insiden ini kembali menegaskan bahwa Filipina termasuk salah satu negara paling rawan gempa di dunia, bersama Indonesia, Jepang, dan Papua Nugini.
Baca Juga: Tanggap Darurat, BRI Bantu Warga Desa Masani Pasca Gempa Poso
Negara-negara tersebut terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu sabuk sepanjang 40.000 kilometer yang membentang dari pantai barat Amerika, Alaska, Jepang, hingga Selandia Baru.
Jalur ini adalah tempat 75% gunung api aktif dunia dan sekitar 90% gempa bumi global terjadi. Fenomena ini disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di batas-batas konvergen atau subduction zone, di mana satu lempeng bumi menekan dan menyusup ke bawah lempeng lainnya.
Di kawasan seperti Philippine Trench, Sunda Trench, dan Japan Trench, gesekan ekstrem ini menghasilkan energi besar yang memicu gempa dan letusan gunung berapi.
Bagi negara-negara di kawasan ini, termasuk Indonesia dan Filipina, kesiapsiagaan bencana menjadi kebutuhan vital.
Baca Juga: Tanggap Darurat, BRI Bantu Warga Desa Masani Pasca Gempa Poso
Indonesia, yang dilalui oleh tiga lempeng besar dunia (Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik), setiap tahun mencatat ribuan gempa, baik besar maupun kecil.
Dari Aceh hingga Maluku, sistem peringatan dini dan pendidikan mitigasi terus diperkuat agar masyarakat dapat bereaksi cepat saat bencana terjadi.
Gempa Mindanao menjadi pengingat bahwa hidup di wilayah Ring of Fire berarti hidup berdampingan dengan kekuatan alam yang luar biasa.
Namun, dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesadaran publik yang lebih baik, risiko kematian dan kerugian dapat ditekan.
Bumi memang tidak bisa dihentikan bergerak, tetapi manusia bisa belajar untuk hidup lebih bijak di atasnya.***
Share this article
Filipina diguncang gempa 7,5 M di Mindanao, menewaskan 2 orang. Peristiwa ini menegaskan risiko tinggi negara-negara Ring of Fire seperti Indonesia dan Filipina terhadap gempa dan tsunami.