AYOJAKARTA.COM - Firaun yang berarti rumah besar, merupakan sebuah julukan yang secara khusus diberikan kepada Penguasa Mesir di masa kuno.
Selain Djufu, Khufu ,Tutankhamun dan sederet nama besar lainnya, sosok yang juga pernah bergelar sebagai Firaun di era Mesir kuno adalah Akhenaten.
Dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling kontroversial, Firaun Akhenaten sempat mendapat julukan lain sebagai Firaun Sesat.
Baca Juga: Penting! Ini Kriteria KPM yang Tidak akan Terima PKH dan BPNT Tahap 3, Segera Perbaiki Data Anda
Memiliki nama asli Amenhotep, Firaun Akhenaten lahir pada tahun 1370 SM dari pasangan Amenhotep III serta Ratu Tiye.
Sebagaimana dengan Firaun pada umumnya, Amenhotep yang tumbuh di lingkungan kerajaan mempelajari banyak hal dari mulai sastra hingga strategi militer.
Kendati pendokumentasian Firaun Akhenaten terbilang kurang terperinci, Amenhotep disebut-sebut menikah dengan Nefertiti.
Berdasarkan pada temuan Arkeolog dan manuskrip, Firaun Akhenaten diketahui menikahi Nefertiti setelah naik tahta dan mulai mempelajari kepemimpinan dari Ayahnya.
Mulai memerintah pada tahun 1353 hingga 1336 SM, Akhenaten dianggap menjadi salah satu perusak tatanan Firaun karena menempatkan Nefertiti secara setara.
Tidak seperti Firaun-Firaun sebelumnya yang memposisikan pasangan sebagai Pelengkap, Akhenaten justru memperlakukan pasangan secara setara.
Baca Juga: Performa Gahar! Spesifikasi Tecno Pova 7 Ultra 5G: Fitur Gaming Lengkap dan Desain Futuristik
Dibawah bimbingan Amenhotep III, Firaun Akhenaten mulai mendalami cara memerintah bangsanya di usia sekitar 16-17 tahunan.
Usai Amenhotep III meninggal secara misterius, tahta Firaun diwariskan kepada Akhenaten sehingga membuatnya memiliki julukan sebagai Amenhotep IV.
Menjadi bagian dari Penguasa Mesir, Firaun Akhenaten mulai dianggap nyeleneh oleh masyarakat saat itu karena memperkenalkan Dewa Baru sebagai sesembahan.
Bukan mengagungkan Dewa Amun yang dianggap sebagai Pelindung Tertinggi, Akhenaten justru mengajarkan rakyat Mesir untuk menyembah Dewa Athen.
Salah satu penyebab peralihan sesembahan dari Amun kepada Athen, menurut para Ahli Sejarah karena para Pendeta Amun menggunakan jabatannya untuk menyaingi kerajaan.
Tidak ingin berbagi kekuasaan dan popularitas dengan Pendeta Amun, Firaun Amenhotep IV mulai mengkultuskan dirinya sebagai Akhenaten yang berarti Pelayan Athen.
Mulai bercorak menjadi ajaran yang Monoteistik atau hanya memuja Satu Penguasa, Akhenaten dianggap sebagai penghianat oleh bangsanya sendiri.
Dijuluki sebagai Firaun Sesat, sosok patung Akhenaten kini justru tengah menjadi perbincangan di kalangan warganet.
Menurut pendapat warganet, penampakan sosok Firaun Akhenaten atau Amenhotep IV memiliki bentuk yang mirip dengan sosok di negeri bernama Konoha.
Selain karena dianggap membuat kebijakan yang membuat rakyat terjerat, juga karena julukan Firaun sempat dihadiahkan oleh seorang Budayawan.
“Kok mirip ya, apa kalian berpikir seperti yang saya pikirkan?” tanya warganet saat akun Instagram @buschoo mengunggah patung dan sejarah tentang Firaun Akhenaten. ***

Share this article
Firaun yang berarti rumah besar, merupakan sebuah julukan yang secara khusus diberikan kepada Penguasa Mesir di masa kuno.