AYOJAKARTA.COM - Pada hari Jumat, 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Myanmar dan Thailand, menyebabkan kerusakan yang signifikan di kedua negara.
Gempa terjadi pada siang hari dengan pusat gempa terletak dekat kota Mandalay, Myanmar.
Kedalaman gempa tercatat sekitar 10 kilometer, dan setelah gempa utama, terjadi setelah gempa susulan dengan magnitudo 6,4 hanya 12 menit kemudian.
Akibat dari kejadian ini, lebih dari 140 orang dilaporkan tewas di Myanmar dan lebih dari 700 orang terluka.
Banyak bangunan mengalami kerusakan parah, dan pemerintah Myanmar telah menyatakan keadaan darurat di daerah yang terdampak.
Sementara, di Bangkok, gempa ini menyebabkan runtuhnya sebuah gedung bertingkat 30 yang sedang dalam tahap konstruksi di dekat pasar Chatuchak.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025, Pemerintah Prediksi Sama
Terdapat delapan orang dilaporkan tewas akibat insiden ini, dan lebih dari 100 orang masih dinyatakan hilang.
Warga Bangkok yang merasakan guncangan segera dievakuasi dari gedung-gedung untuk menghindari potensi setelah gempa lebih lanjut.
Negara-negara tetangga dan organisasi internasional mulai menawarkan bantuan. Perdana Menteri Thailand telah menyatakan Bangkok sebagai zona darurat untuk memfasilitasi upaya penyelamatan dan pemulihan.
Baca Juga: Idul Fitri 2025 Jatuh Pada Tanggal 30 atau 31 Maret? Ini Kata Menag Nasaruddin Umar
Diketahui, guncangan gempa 7,7 SR ini juga dirasakan di provinsi Yunnan, China, meskipun tidak ada laporan tentang korban jiwa.
Namun, beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan dan tim penyelamat dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak.
Peristiwa ini merupakan salah satu gempa bumi terkuat yang tercatat di kawasan tersebut tahun 2025, dan upaya penyelamatan serta pemulihan sedang berlangsung di kedua negara. ***

Share this article
Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter terjadi pada siang hari dengan pusat gempa terletak dekat kota Mandalay, Myanmar.