TAMANSARI, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 800 kilo gram sampah sisa demo di Jakarta diangkut Petugas Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat. Sampah bekas demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja tersebut dibersihkan sejak Kamis (8/10/2020) malam hingga Jumat (9/10/2020) Subuh.
Ada pun wilayah yang dibersihkan yakni, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat merupakan kawasan yang menjadi konsentrasi pembersihan. Pasalnya, massa aksi tolak UU Cipta Kerja sempat bertahan di kawasan tersebut.
AYO BACA : Sejumlah Fasilitas yang Rusak saat Demo Tolak RUU Ciptaker di Jakarta
Kepala Sudin LH Jakarta Barat Slamet Riyadi mengatakan pembersihan dan sterilisasi diperlukan cepat agar fasilitas umum di kawasan tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat setelah sempat ditutup.
“Dari malam hingga Subuh, sampah yang dibersihkan di Jalan Hayam Wuruk mencapai 800 kilogram. Pagi ini masih disisir lagi,” kata Slamet melalui keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2020).
AYO BACA : 25 Pegawai Pemkab Bekasi Positif Covid-19
Slamet mengatakan, pembersihan di Jalan Hayam Wuruk melibatkan sekitar 107 petugas Sudin LH Jakarta Barat dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) setempat.
"Sudin LH 20 orang, Satpel LH Kecamatan Tamansari 30 orang, Satpel LH Kecamatan Kembangan 8 orang, Tim Road Sweeper 20 orang, UPK Badan Air Tambora dan Tamansari 29 orang," ucapnya.
Selain itu, Slamet mengatakan, pihaknya juga menerjunkan sejumlah armada untuk mengangkut sampah. Yakni mobil lintas Panther empat unit, Compactor Besar satu unit, Road Sweeper sembilan unit dan mobil Carry UPK Badan Air sebanyak dua unit.
AYO BACA : Kebakaran Karena Ricuh Demo Merambat ke Bioskop Mulia Agung
Share this article
Kepala Sudin LH Jakarta Barat Slamet Riyadi mengatakan pembersihan dan sterilisasi diperlukan cepat agar fasilitas umum di kawasan tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat setelah sempat ditutup.