TEBET, AYOJAKARTA – Libur panjang Idul Fitri yang berlangsung pada 11 hingga 15 Mei 2021 telah usai. Kini, sebagian masyarakat kembali memulai aktivitasnya sejak Senin, 16 Mei 2021 lalu.
Kendati kebijakan larangan mudik diberlakukan, tidak sedikit masyarakat yang melanggar aturan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari data yang dibeberkan oleh PT Jasa Marga.
Tercatat sebanyak 200.450 kendaraan kembali menuju wilayah Jabotabek dari arah Timur, Barat, dan Selatan pada 15-16 Mei 2021. Sebelumnya, Jasa Marga juga mencatat sebanyak 245.496 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek menuju arah Timur, Barat, dan Selatan.
Hingga hari ini, 20 Mei 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mendapati arus balik warganya yang baru datang dari kampung halaman masing-masing. Menanggapi hal ini, Pemprov DKI bergerak cepat untuk mencegah adanya klaster Covid-19 pada libur lebaran.
Layanan Jemput Bola
Berbagai wilayah di DKI Jakarta bahkan menggunakan sistem jemput bola jika ada warganya yang pulang tanpa mengantongi surat bebas Covid-19. Salah satunya dilakukan oleh Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat.
Mereka melaksanakan layanan jemput bola pemeriksaan tes antigen dan PCR gratis, kepada warga yang baru balik dari kampung halaman usai libur Idulfitri. Kasudin Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan, pemeriksaan tes antigen dan PCR ditangani tim Covid-19 Puskesmas kecamatan berkoordinasi dengan lurah, pengurus RT/RW dan kader dasawisma.
"Pemeriksaan dilakukan guna memastikan warga yang kembali ke Jakarta Pusat tidak terpapar Covid-19," katanya, Selasa 18 Mei 2021.
Tidak hanya itu, tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat kecamatan di Jakarta Pusat juga melakukan tracing jika ditemukan kasus positif pada warga yang baru kembali dari kampung.
Hal serupa juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang mengerahkan sebanyak 600 tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 pelaku perjalanan dari daerah yang menuju Jakarta.
Ratusan nakes ini disiagakan di pos pemeriksaan terpadu yang tersebar di lima lokasi yakni, Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Kampung Rambutan, dan Tol Cikampek KM 34.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sulung merinci, 348 nakes bertugas di empat terminal, sedangkan 252 nakes di Tol Cikampek KM 34.
Para nakes yang bertugas di pos-pos terpadu tersebut berasal dari lab klinik swasta, lab rumah sakit swasta dan RSUD. "Mereka bertugas memberikan pelayanan pemeriksaan selama 24 jam yang dibagi menjadi tiga sif untuk setiap pos," ujarnya, Selasa 18 Mei 2021.
Sulung menjelaskan, warga dari daerah yang menuju Jakarta akan diperiksa secara acak (random) dokumen perjalanannya. Mereka yang kedapatan tidak membawa surat bebas COVID-19 akan menjalani swab test (tes usap) antigen langsung di lokasi.
"Pemeriksaan random sampling untuk mengecek pelaku perjalanan membawa dokumen perjalanan, kalau dia sudah punya surat keterangan negatif COVID-19 dalam 1x24 jam maka tidak perlu dites lagi," terangnya.
Monitoring Intensif
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta memantau proses dua tahap screening arus balik di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 34 dan RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu 19 Mei 2021.
Pemantauan tersebut dalam rangka upaya pengendalian mobilisasi warga yang memasuki Ibu Kota pascalibur Idulfitri 1442 H. Di lokasi screening tahap pertama, yaitu di Tol Japek, Gubernur Anies memantau langsung proses screening pertama di pos terpadu pemeriksaan rapid antigen, untuk memeriksa masyarakat yang akan menuju Jakarta.
"Di sini kita melakukan pemeriksaan secara acak, di tempat ini mobil-mobil dipilih secara acak, lalu dipilih penumpang secara acak untuk melaksanakan rapid antigen. Tujuannya adalah sebagai screening pertama bagi warga yang kembali ke Jakarta," ujar Anies, seperti dikutip dari Siaran Pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
Anies menjelaskan data hasil pemeriksaan sejauh ini di pos terpadu tersebut ada sekitar 5.955 kendaraan yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Dari total jumlah kendaraan tersebut, terdiri dari 22.910 orang untuk dites rapid antigen. Lalu, hasil pemeriksaan ini didapatkan sekitar 22.762 orang yang negatif dan 148 orang yang positif.
"Mereka (reaktif) dirujuk ke Wisma Atlet ada 57, lalu 17 lainnya ke rumah sakit lain, serta ada 74 yang melakukan isolasi mandiri. Jadi walaupun angka prosentasenya kecil, adalah 148 dari 22.910, tapi jika mereka tidak terdeteksi, maka akan menjadi carrier yang bisa menularkan kepada masyarakat yang lain," jelas Anies.
Pemasangan Stiker di Rumah Pemudik
Kebijakan Pemprov DKI untuk mencegah adanya kalster labaran cukup berbeda dan ketat. Kali ini, Pemprov DKI membedakan mana warganya yang sempat mudik dan mana yang tidak.
Cara membedakannya yaitu dengan menempel stiker khusus di rumah warga yang sempat mudik. Hal ini guna monitoring yang lebih mudah dan ketat selama 14 hari mereka dinyatakan negatif Covid-19.
Contohnya sudah dilakukan oleh Jajaran tiga pilar di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dengan dibantu oleh pengurus RT dan RW, mereka menempelkan stiker pada empat rumah warga yang baru balik ke Ibu Kota usai melakukan perjalanan mudik Idulfitri.
Sekretaris Kelurahan Kebagusan, Mohammad Yohan mengatakan, penempelan stiker ini merupakan salah satu bentuk pengawasan dan pendataan terhadap warga yang baru datang dari luar kota. Empat rumah warga yang ditempel stiker ini tersebar di wilayah RT 11/ 04 dua rumah, dan masing-masing satu rumah di RT 6/08 dan RT 6/07.
"Rumah warga itu ditempel stiker, karena pemiliknya belum lapor ke satgas RW dan pengurus RT saat tiba dari kampung halaman," kata Yohan, Rabu 19 Mei 2021.
Dijelaskan Yohan, pihaknya bersama pengurus RT dan RW telah meminta warga yang baru tiba dari kampung halaman itu untuk segera melakukan tes antigen di Puskesmas kelurahan atau kantor Polsek Pasar Minggu.
"Pendataan dan pengawasan kami lakukan sebagai salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19," tandasnya.
Kemudian di Kelurahan Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, juga tidak berbeda jauh. Pejabat setempat memasang stiker pada 42 hunian warga yang baru balik mudik.
Lurah Kuningan Timur, IGK Windratma mengatakan, 42 hunian warga yang dipasangi stiker ini tersebar di wilayah RT 02, 03, 07, 08 dan 09 RW 04. "Kami telah menempelkan stiker pada 42 rumah warga yang baru balik mudik untuk pendataan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid," ujarnya, Minggu 16 Mei 2021.
Dia menjelaskan, pemasangan stiker ini untuk memudahkan pengawasan terhadap pemudik yang baru balik ke Jakarta. Bagi mereka yang belum mengantongi surat hasil tes negatif Covid-19, diharuskan menjalani isolasi mandiri sambil menunggu jadwal tes swab.
"Pendataan dan pengawasan kami lakukan sebagai salah satu upaya penekanan angka Covid-19 di wilayah kami," ujarnya.

Share this article
Ketatnya Pemprov DKI Jakarta Cegah Penularan Covid-19 Usai Libur Lebaran