MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Provinsi DKI Jakarta akan mengalami kulminasi utama matahari atau hari tanpa bayangan. Fenomena ini terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi dengan deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat.
Selama kulminasi berlangsung, bayangan benda tegaj seakan menghilang lantaran bertumpuk dengan benda itu sendiri. Fenomena langka ini hanya terjadi dua kali dalam setahun ketika matahari berada di khatulistiwa.
Untuk mengamati fenomena itu, Planetarium Jakarta mengadakan siaran langsung yang dapat disaksikan semua masyarakat. Hal ini disampaikan dalam akun Instagram resmi Planetarium Jakarta pada Rabu (7/10/2020).
Adapun siaran langsung atau live streaming ini dapat disaksikan melalui channel YouTube Planetarium & Observatorium Jakarta besok, Kamis (8/10/2020). Acara dimulai sejak pukul 09.30 hingga 14.00 WIB.
"Pada pekan pertama bulan Oktober ini ada fenomena istimewa di Jakarta, loh! yaitu hari tanpa bayangan di wilayah Jakarta pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 pukul 11.40 WIB. Pada pukul tersebut jika sahabat berdiri di bawah sinar Matahari di Jakarta, bayang-bayang sahabat akan "hilang" karena Matahari tepat berada di atas kepala," tulis Planetarium Jakarta dalam akun Instagramnya.
Acara pengamatan Jakarta tanpa bayangan ini digelar secara daring mengingat Ibu Kota masih dalam situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu Planetarium Jakarta mengajak masyarakat untuk menyaksikan fenomena ini dari rumah masing-masing.
"Sahabat dapat mengetahui lebih detail mengenai fenomena tersebut dengan diskusi daring bersama narasumber, serta melihat siaran langsung pergerakan bayangan Tugu Monas.

Share this article
Provinsi DKI Jakarta akan mengalami kulminasi utama matahari atau hari tanpa bayangan.