GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Indonesia terus mengupayakan percepatan pengadaan vaksin Covid-19. Upaya itu dilakukan dengan berbagai cara, baik bekerjasama dengan pihak asing maupun dengan pihak dalam negeri.
“Sampai saat ini, kita masih bersama-sama dengan berbagai kementerian dan lembaga dan stakeholders untuk membantu pengadaan vaksin untuk jangka pendek,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam sambutannya menyambut HUT Kementerian Luar Negeri di akun YouTube MoFa RI, Rabu (19/08/2020).
Dia menuturkan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin dalam negeri atau yang disebut vaksin merah putih. Namun, Retno juga menyampaikan kegelisahannya mengenai vaksin ini.
AYO BACA : PSBB DKI Diperpanjang Lagi, Wali Kota Jakpus: Maskermu Adalah ‘Vaksin’-mu
“Menjelang 2021 akan menjadi titik kritis,” ungkapnya.
Titik kritis itu, kata Retno, adalah pertanyaan apakah Indonesia sukses mendapatkan vaksin yang berkualitas, aman, dan dengan harga terjangkau.
Retno mengaku telah berbincang mengenai vaksin dengan Menteri BUMN Erick Thohir yang sekaligus menjadi Ketua Pelaksana Tim Penanganan Covid-19 dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pertemuan tersebut, Retno membocorkan diskusinya itu.
AYO BACA : Bio Farma Fokuskan Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia
“Kami berdiskusi dengan bapak presiden mengenai vaksin, baik yang bekerjasama dengan pihak asing maupun vaksin nasional kita,” jelas dia.
Di kesempatan sebelumnya, Presiden Jokowi menargetkan seluruh masyarakat Indonesia akan diberikan vaksin Covid-19 setidaknya pada Januari 2021. Hal itu diucapkannya ketika meninjau uji klinis ketiga dari vaksin Sinovac asal China di Jawa Barat.
“Kita berharap uji klinis yang ketiga ini Insya Allah akan diselesaikan dalam enam bulan ini dan kita harap di bulan, Insya Allah Januari, kita bisa memproduksi. Dan sekaligus juga kalau produksi siap, langsung diberi vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di Tanah Air," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, PT Bio Farma dapat memproduksi hingga 100 juta vaksin corona bulan ini. "Produksi untuk vaksin juga dilakukan oleh Bio Farma di Agustus 100 juta vaksin, di akhir 2020, Desember, sudah meningkat jadi 250 juta vaksin. Artinya vaksin digunakan untuk vaksinasi di Tanah Air," ujar Jokowi.
AYO BACA : Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Efektif dan Aman untuk Masyarakat

Share this article
“Menjelang 2021 akan menjadi titik kritis,” ungkapnya.