SENAYAN, AYOJAKARTA.COM - Seorang polisi berpangkat Kombes dan menjabat sebagai Penyidik Utama tingkat I Rowassidik Bareskrim Polri inisial RD melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disertai penganiayaan kepada keponakannya. Namun kasus tersebut kini berujung saling lapor antara pelaku dan korban.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kasus KDRT yang dilakukan Kombes RD kini ditangani Polres Jakarta Utara.
"KDRT dan penganiayaan," kata Irjen Argo di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2020).
Argo menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2020) malam di mana RD menyeret keponakannya, namun dicegah oleh anaknya. Saat menolong, anak RD menggigit RD hingga RD kemudian ikut memukul anaknya sendiri. Namun, bagaimana asal muasal keributan dan penganiayaan itu terjadi, Argo tidak menjelaskannya secara rinci.
"Kemudian, anaknya (Kombes RD) melihat dan membela keponakannya agar tidak diseret bapaknya dengan menggigit sebagai upaya melepaskan itu," ujarnya.
AYO BACA : Oknum Anggota DPRD Tanjungpinang Diduga KDRT di Hari Lebaran, Korban Sampai Geger Otak
Setelah digigit anaknya, RD pun menampar anaknya yang diduga berinisial AR. Pada Sabtu (25/7/2020), mereka pun saling lapor ke kepolisian.
"Hari Sabtu, ibu dan anaknya laporan ke Polsek Kelapa Gading, dan bapaknya (RD) lapor ke Polres Jakarta Utara," katanya.
Saat ini kasus dugaan penganiayaan dan KDRT itu masih ditangani oleh Polres Jakarta Utara.
"Karena itu saling lapor satu keluarga, akhirnya (penanganan) ditarik semua ke Polres Jakarta Utara laporannya. Jadi intinya seperti itu laporannya," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.
Kasus KDRT oleh Kombes RD itu pun diunggah sang anak yang dianiaya, Aurellia, di instagram pribadinya berupa rekaman suara.

Share this article
Argo menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2020) malam di mana RD menyeret keponakannya, namun dicegah oleh anaknya. Saat menolong, anak RD menggigit RD hingga RD kemudian ikut memukul anaknya sendiri. Namun, bagaimana asal muasal keributan dan penganiayaan itu terjadi, Argo tidak menjelaskannya secara rinci.