GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Kebutuhan alat pelindung diri (APD) di Provinsi DKI Jakarta terus meningkat setiap hari.
APD dibutuhkan tenaga medis seiring bertambahnya pasien positif COVID-19 di Jakarta. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.
Berdasarkan data terkini situs resmi Jakarta Tanggap COVID-19, saat ini jumlah kasus positif corona di DKI sudah mencapai 6.150 kasus. Dari total tersebut, angka kematian pasien mencapai 493 kasus. Sedangkan 1.425 orang dinyatakan telah sembuh.
Menurut Riza, APD tak hanya dibutuhkan tenaga medis di rumah sakit. Petugas pemakaman juga sangat membutuhkan APD.
"Terkait APD ini memang sangat penting, kita butuhkan terus tiap hari, tidak pernah berkurang, terus bertambah seiring bertambahnya jumlah pasien yang ada di rumah sakit maupun di tempat isolasi lainnya. Bahkan, sampai ke pemakaman, APD masih sangat dibutuhkan," kata Riza dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2020).
Penggunaan APD sangat penting untuk mencegah penularan virus COVID-19 melalui droplet (cairan air liur) dari pasien yang terinfeksi virus. Untuk itu, bantuan APD yang berasal dari masyarakat umum dan dunia usaha harus memenuhi standar kesehatan, yaitu pakaian APD tidak berpori.
"Tidak sedikit yang belum memahami dan mengerti dalam memberikan APD. Jadi, memang ada persyaratan khusus yang harus dipatuhi dan dimengerti. Ingin membantu, tapi karena tidak mengerti, akhirnya APD tidak dapat difungsikan secara baik karena berpori-pori," ungkapnya.

Share this article
Penggunaan APD sangat penting untuk mencegah penularan virus COVID-19 melalui droplet (cairan air liur) dari pasien yang terinfeksi virus.