JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat, banyak anak tidak merasa nyaman belajar di rumah. Bagi sebagian anak, mereka sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya secara langsung.
"Hal itu karena mereka sulit berinteraksi dengan teman-temannya," kata Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Eko Novi Ariyanti di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2020).
AYO BACA : Sebagian Besar Anak Indonesia Waspada Covid-19
Kemudian, anak juga berharap agar tidak terlalu banyak mendapatkan tugas saat menjalankan program belajar di rumah. Mereka juga meminta agar ada fasilitas internet gratis untuk mengakses video pembelajaran.
"Kemudian diharapkan juga ada komunikasi dua arah dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif," ujarnya.
AYO BACA : 34% Anak Indonesia Takut Corona
Selain itu, tak sedikit pula anak-anak yang merasa tertekan dengan adanya wabah Covid-19. Mereka berharap agar pandemi ini berakhir sehingga bisa beraktivitas normal kembali.
Meski demikian, Novi mengatakan, momen belajar di rumah justru bisa mempererat hubungan antara orang tua dengan anaknya. Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua agar menciptakan rasa nyaman pada anak-anak.
"Situasi saat ini juga diharapkan menjadi momen perekat keluarga. Mereka berharap juga semua orang bisa menaati peraturan di rumah saja," ungkapnya.
AYO BACA : Warga Jakarta Diklaim Mulai Sadar PSBB

Share this article
Anak juga berharap agar tidak terlalu banyak mendapatkan tugas saat menjalankan program belajar di rumah. Mereka juga meminta agar ada fasilitas internet gratis untuk mengakses video pembelajaran.