JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Para pengunjung hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, senang fungsi CFD kini telah kembali.
Salah satu pengunjung CFD dari Tebet, Eko (27) menilai dibandingkan terdahulu, sekarang lebih tertata. Para pedagang kaki lima (PKL) tak lagi sembarang tempat berjualan.
"Sebelumnya semerawut banget ya, tapi setelah dilakukan penataan PKL, saya rasa fungsi kegiatan CFD telah kembali," ujarnya saat ditemui Ayojakarta, Minggu (1/12/2019).
Hal senada juga diutarakan pengunjung CFD asal Cawang, Reni (29). Ia merasa kegiatan CFD jadi lebih rapi dan teratur.
"Sekarang jadi lebih nyaman, gak berantakan gitu dilihatnya, jadi bisa melihat pemandangan perkotaan sambil berolahraga," katanya.
Penataan PKL sepanjang Jalan Sudirman – MH Thamrin, Jakarta Pusat, dilakukan setelah banyaknya keluhan dari warga yang tidak nyaman beraktifitas selama CFD.
Hasil pendataan Pemprov DKI tercatat ada 2.543 PKL dengan rincian jenis usaha kuliner sebanyak 1.323 PKL, nonkuliner 1.175 PKL dan jasa lainnya 45 PKL.
Para PKL tersebut ditata ke dalam tiga zona. Yakni Zona Kuning yang merupakan kawasan boleh berdagang di trotoar, lalu Zona Hijau adalah kawasan boleh berdagang dan Zona Merah merupakan kawasan tidak boleh ada PKL yang berdagang.

Share this article
Salah satu pengunjung CFD dari Tebet, Eko (27) menilai dibandingkan terdahulu, sekarang lebih tertata. Para pedagang kaki lima (PKL) tak lagi sembarang tempat berjualan.