JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Meski konsep Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) tanpa atap di Kawasan Sudirman berhasil menarik perhatian namun fungsinya sebagian hilang. Yakni rasa aman dan nyaman saat menyeberang jalan.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardian menilai, keinginan Gunernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas atap JPO agar dapat menjadi spot foto cukup menarik minat milenial.
''Fungsi dari penggunaan JPO itu tempat penyeberangan, artinya nyaman, aman dan tertutup. Tapi ini lebih ke wisata yang Instagramable, arahnya adalah menarik minat milenial,'' ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).
Menurutnya, konsep JPO tanpa atap sudah bagus. Namun persoalannya masyarakat yang menyebrang di JPO itu akan langsung tersengat panas atau hujan.
''Artinya ini kehilangan fungsinya. Jadi mengalihkan perhatian publik atau bahasa kerennya cara berpikir yang lain,'' ucap Trubus Rahardian.
Gubernur Anies hanya mengedepankan nilai estetika semata dalam menata JPO sebagai fasilitas umum. Berdasarkan pengalaman di beberapa negara ada JPO yang terbuka. Tetapi juga harus mengembalikan fungsi kenyamanannya.
''Intinya pak gubernur mau tampil beda tapi mengalihkan fungsi. Ini lebih ke seni atau estetika kota supaya orang bisa berfoto-foto,'' jelas Trubus Rahardian.
Sebelumnya, Gubernur Anies memerintahkan pencopotan atap JPO yang terletak depan Indofood Tower dan Menara Astra saat rapat pimpinan penataan pedagang kaki lima di trotoar Thamrin-Sudirman dan pusat kuliner Thamrin pada 23 Oktober 2019.
Share this article
Meski konsep Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) tanpa atap di Kawasan Sudirman berhasil menarik perhatian namun fungsinya sebagian hilang. Yakni rasa aman dan nyaman saat menyeberang jalan.