JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (16/10/2019).
Anies berharap, proyek ITF Sunter tersebut menjadi kesempatan bagi investor dunia untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya Jakarta dan dapat menjalin kerja sama untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
AYO BACA : ITF Sunter Solusi Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan
''ITF Sunter kebetulan lokasinya berdampingan dengan stadion, berdampingan dengan wisata Ancol, dan nantinya akan ada LRT yang lewat di sana. Kita rencanakan untuk 10-20 tahun yang akan datang, sama seperti ITF yang sudah direncanakan dari 13 tahun yang lalu,\" ujar Anies.
ITF Sunter direncanakan mampu mengubah sampah menjadi energi listrik 35MW dari material 2.200 ton sampah per hari. Pembangunan ITF Sunter dimulai dengan land clearing pada Juni 2019 dan diharapkan dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2022.
''Untuk PLN, kami sampaikan terima kasih. Mudah-mudahan di ITF ini kita bisa tunjukkan bagaimana proses konversi sampah menjadi listrik dan energi ini bisa menjadi pembelajaran untuk masyarakat ibukota dan sekitarnya,\" pungkas Anies.
AYO BACA : Proyek ITF Sunter Memasuki Babak Penting
.jpg)
Share this article
Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (16/10/2019). Anies berharap, proyek ITF Sunter tersebut menjadi kesempatan bagi investor dunia untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya Jakarta dan dapat menjalin kerja sama untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.