JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.
PKS dilakukan antara Dinas Lingkungan Hidup DKI dengan PT Jakarta Propertindo serta Perjanjian Jual Beli Listrik ITF Sunter antara PT PLN (Persero) dengan PT Jakarta Solusi Lestari di Balai Kota, Rabu (16/10/2019).
Gubernur Anies mengatakan, pembangunan ITF Sunter yang akan segera dikebut ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2022.
''Jadi, dengan adanya penandatanganan ini maka prosesnya alhamdulillah sebagai fase perencanaan tuntas. Insya Allah dengan begitu konstruksi akan lebih cepat,'' jelasnya.
Menurut Gubernur Anies, PKS tersebut mampu melewati kesulitan pada fase pertama. Di mana, pada fase tersebut pengerjaannya jauh lebih rumit karena harus memastikan semua ketentuan ditaati.
''Bahkan untuk jam delapan pagi tim PLN dan tim DKI itu bekerja sampai jam lima pagi. Untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan aturan. Jadi, alhamdulillah dengan adanya ITF ini maka insya Allah dua tahun lagi Jakarta akan punya fasilitas pengelohan sampah yang menghasilkan listrik,'' paparnya.
Diyakini Gubernur Anies, ITF juga akan mampu membereskan seperempat dari sampah yang dihasilkan warga ibu kota.
''Minimal perlu dibangun kembali tiga ITF. Begitu ada empat ITF maka masalah persampahan di Jakarta pengolahannya bisa dibereskan,'' ungkapnya.
Kepala Dinas LH DKI Andono Warih mengatakan, ITF Sunter merupakan kegiatan strategis daerah (KSD) yang ditetapkan Gubernur Anies. Fasilitas itu merupakan solusi pengolahan sampah di dalam kota.
''Berteknologi ramah lingkungan dan bertujuan untuk mengurangi beban TPST Bantargebang,'' katanya.
Lanjut Andono, ITF Sunter merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terbesar di Indonesia dengan teknologi handal dan sudah terbukti di banyak negara maju.
''ITF Sunter adalah wajah baru pengelolaan sampah ibu kota. Ini impian Jakarta sejak belasan tahun yang lalu,'' ujarnya.
Untuk diketahui, ITF Sunter memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 2.200 ton per hari. Jenis teknologi yang diterapkan adalah waste to energy yang dapat menghasilkan listrik mencapai 35 MWh dan mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

Share this article
Gubernur Anies Baswedan meresmikan PKS Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.