JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Bisa jadi karena saking banyaknya gas air mata ditembakkan polisi, efek asap yang memedihkan mata dan membuat sesak napas masih terasa di lokasi bekas kerusuhan di sekitar kompleks DPR RI dan Stasiun Palmerah, pada pagi hari tadi.
Pagi hari, lalu lintas di kawasan depan MPR/DPR/DPD RI terpantau normal setelah unjuk rasa seharian kemarin. Namun, Radio Elshinta melaporkan bahwa sisa gas air mata masih memedihkan mata di sekitar lokasi.
Sedangkan Antara melaporkan hal serupa, terutama di dekat Stasiun Palmerah, Jakarta Barat. Mata pengguna jalan terasa perih saat melintas di lokasi mengarah ke jalan menuju TVRI.
Yanto (58), pengendara ojek online yang sedang mangkal di belakang Gedung DPR, mengatakan efek gas air mata masih terasa pada pukul 06.00 WIB.
AYO BACA : Bentrokan Susulan dengan Polisi, Mahasiswa Terus Ditembak Gas Air Mata
"Saya dari jam 6 narik penumpang sudah perih begini mata saya. Mana saya enggak pakai kaca mata," kata Yanto.
Selain menyisakan efek pedih di mata dan kerongkongan, situasi di jalan belakang Gedung DPR RI menuju arah TVRI juga dipenuhi sisa-sisa pembakaran. Sebuah rambu lalu lintas dibiarkan tumbang di tepi jalan.
Meski masih terlihat berantakan akibat kerusuhan, aktivitas warga sudah kembali normal seperti semula.
Sejumlah pedagang kaki lima tampak berjualan di sepanjang trotoar mulai dari tangga masuk Stasiun Palmerah menuju gerbang masuk bagian belakang gedung DPR.
Sejumlah anggota Brimob juga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi dan di dalam pagar kompleks parlemen itu.
AYO BACA : Bertahan di Stasiun Palmerah, Mahasiswa Ada yang Pingsan Ditembak Gas Air Mata

Share this article
Aktivitas warga sudah kembali normal seperti semula.