JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mendapat ancaman pembunuhan dari seorang pria yang sampai saat ini belum dapat diketahui identitasnya, jumat (26/7/2019).
Hal yang membuat heboh tersebut diketahui dari sebuah video berdurasi empat menit yang beredar di dunia maya dan aplikasi pesan singkat.
Dalam video itu, tampak seorang pria memakai kacamata hitam dan bertubuh gempal mengancam dan mengumpat beberapa tokoh nasional, seperti, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, hingga Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Pada awal video itu, sang pria menilai, Anies tak punya prestasi selama memimpin Jakarta. Ia juga menyebut Anies telah menuding Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok atas kesalahannya mengeluarkan IMB untuk reklamasi.
"Sayang lu, ada hukumnya. Kalau enggak ada hukum, lu deretan orang- orang yang akan gua bunuh lu, Rizieq Syihab, Amien Rais, termasuk lu (Anies Baswedan)," ujar pria itu dalam video.
Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah menerima kiriman video tersebut namun belum sempat melihatnya.
"Saya sudah ada yang ngirimin tapi belum sempat lihat. Apa isinya?" Tanya Anies saat ditemui awak media.
Namun Anies menilai hal tersebut sebagai bentuk pendapat, pandangan, maupun tanggapan atas dirinya.
"Ya masyarakat bisa menilai sendiri ini adalah sebuah era keterbukaan di mana siapa saja boleh mengungkapkan pendapatnya, pandangannya, tidak ada yang melarang dan kita semua nanti malah bisa memiliki penilaian objektif atas apa yang dikatakan," kata dia.
Anies pun hingga saat ini belum berniat melaporkan pria yang mengancamnya ke polisi. Ia mengaku santai saja dan tidak merasa terganggu.
"Enggak lah, biasa saja. Saya enggak merasa terganggu dan kita terus kerja urus Jakarta apapun yang dikatakan orang tugas kita adalah menjalankan semua rencana gitu saja," tutupnya.
Share this article
Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mendapat ancaman pembunuhan dari seorang pria yang sampai saat ini belum dapat diketahui identitasnya, jumat (26/7/2019).