Zona Merah Covid-19 DKI Jakarta Melambung, Ada Apa dengan Ibu Kota?

Zona Merah Covid-19 DKI Jakarta Melambung, Ada Apa dengan Ibu Kota?/ilustrasi

Zona Merah Covid-19 DKI Jakarta Melambung, Ada Apa dengan Ibu Kota?/ilustrasi

 

AYOJAKARTA.COMPERTANYAAN saya sejak dua pekan terakhir itu terjawab sudah gerangan apa penyebabnya.

Sebenarnya, itu bukan pertanyaan saya seorang diri. Beberapa teman yang tinggal jauh dari rumah saya juga punya pertanyaan serupa.

Kok sekarang sering banget sih kedengeran suara sirene.”

Kira-kira begitulah pertanyaan saya. Dan suara sirene itu, sepengetahuan kami, khas mobil ambulan atau mobil jenazah. Bukan suara dari mobil polisi atau pemadam kebakaran misalnya.

Oh iya, saya tinggal di Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sementara, teman saya yang punya pertanyaan sama tinggal di Pondok Kopi dan Pondok Kelapa. Keduanya juga masuk wilayah Jakarta Timur.

Aslinya sih, yang saya dapat bukan jawaban langsung dari tanya yang ada di kepala ini. Jawabannya datang dari data-data yang saya simpulkan sendiri. Eh tapi jangan bilang, “nanya sendiri, jawab sendiri…”

Sumber data saya dijamin akurat deh. Saya lihat di dua laman resmi penanganan Covid-19. Satu milik pemerintah pusat dengan alamat covid19.go.id. Satu lagi yang dibuat Pemprov DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id.

Kita kulik dulu data yang disajikan corona.jakarta.go.id ya.

Data terakhir, jumlah wilayah rukun warga (RW) di DKI Jakarta yang masuk kategori zona rawan atau biasa disebut zona merah melonjak lagi berdasarkan pembaruan data 3 Desember 2020.

Kalau dibagi per wilayah pemerintahan, rinciannya sebagai berikut:

Jakarta Pusat 12 RW

Jakarta Selatan 11 RW

Jakarta Timur 6 RW

Jakarta Barat 2 RW

Jakarta Utara 1 RW

Satu lagi wilayah yang termasuk DKI Jakarta yakni Kabupaten Kepulauan Seribu tidak memiliki RW yang masuk kategori zona merah.

Jumlah 32 RW pada awal Desember itu berarti naik dua kali lipat apabila dibandingkan dengan data akhir pekan November. Boleh jadi ini penyebabnya kenapa suara sirene

Menurut catatan Ayojakarta, jumlah RW pada 24 November yang masuk kategori zona merah tinggal 16 RW. Bahkan, jumlah RW yang masuk zona merah sejak dua bulan terakhir selalu di bawah angka 30.

Kalau mau lihat daftar lengkap 32 RW yang masuk kategori zona merah, ini dia rinciannya:

∎ KEL. BALI MESTER, RW 005

∎ KEL. BATU AMPAR, RW 002

∎ KEL. BENDUNGAN HILIR, RW 003

∎ KEL. BENDUNGAN HILIR, RW 004

∎ KEL. BIDARA CINA, RW 010

∎ KEL. CAWANG, RW 006

∎ KEL. CILANDAK BARAT, RW 013

∎ KEL. CIPETE SELATAN, RW 006

∎ KEL. CIPINANG, RW 005

∎ KEL. CIPULIR, RW 006

∎ KEL. GAMBIR, RW 001

∎ KEL. GONDANGDIA, RW 002

∎ KEL. JELAMBAR, RW 005

∎ KEL. JOHAR BARU, RW 005

∎ KEL. KEBON KELAPA, RW 002

∎ KEL. KELAPA GADING TIMUR, RW 010

∎ KEL. KENARI, RW 006

∎ KEL. MALAKA SARI, RW 007

∎ KEL. PASAR MINGGU, RW 006

∎ KEL. PETAMBURAN, RW 003

∎ KEL. PETAMBURAN, RW 004

∎ KEL. RAWA JATI, RW 005

∎ KEL. RAWASARI, RW 009

∎ KEL. SERDANG, RW 003

∎ KEL. SLIPI, RW 002

∎ KEL. SRENGSENG SAWAH, RW 002

∎ KEL. SRENGSENG SAWAH, RW 007

∎ KEL. SRENGSENG SAWAH, RW 016

∎ KEL. SRENGSENG SAWAH, RW 009

∎ KEL. SUMUR BATU, RW 002

∎ KEL. TEBET BARAT, RW 005

∎ KEL. TEBET BARAT, RW 006

RISIKO TINGGI

Sekarang, yuk kita lihat laman covid19.go.id yang menyajikan pembaruan data mingguan per 6 Desember.

Laman yang dibentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara kembali masuk kategori wilayah dengan status risiko tinggi atau sering disebut Zona Merah.

Sementara itu, 3 wilayah lainnya Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Kabupaten Kepulauan Seribu masih berada di kategori risiko sedang atau zona oranye.

Masuknya 3 wilayah di DKI Jakarta dalam zona merah itu tentu dapat disebut kemunduran karena awal November lalu seluruh wilayah pemerintahan di Ibu Kota berkategori risiko sedang atau zona oranye. Bahkan, bedasarkan pembaruan data pada 5 November, Kepulauan Seribu sudah berkategori kuning alias rendah.

Data penambahan harian kasus Covid-19 di Ibu Kota, menurut saya, juga masih di level yang tinggi. Selalu di atas seribu kasus setiap hari selama beberapa pekan terakhir.

Pertama kali penambahan di atas seribu kasus terjadi pada 30 Agustus, tepatnya 1.094 kasus. Namun, periode pekan terakhir Oktober dan awal November, angka penambahan harian turun ke level seribu kasus.

Cuma bertahan sekitar dua atau minggu saja, setelah itu penambahan kasus baru di Ibu Kota lebih sering berada di atas seribu kasus. Rekor tertinggi penambahan kasus harian terjadii pada 21 November yakni sebanyak 1.579 kasus.

Berikut ini rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

3 Desember: 1.153 kasus

4 Desember: 1.032 kasus

5 Desember: 1.360 kasus

6 Desember: 1.331 kasus

7 Desember: 1.466 kasus

8 Desember: 1.194 kasus

9 Desember: 1.217 kasus

Catatan yang tidak bagus terkait penyebaran Covid-19 dengan segala pernak-perniknya, itu akhirnya membuat Pemprov DKI Jakarta memperpanjang kebijakanPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi mulai 7 Desember sampai 21 Desember 2020.

PSBB Transisi selama 14 hari diatur berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1193 Tahun 2020. Beleid tersebut juga menegaskan apabila terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, maka perpanjangan PSBB Transisi dapat dihentikan melalui kebijakan rem darurat (emergency brake policy).

“Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi dua pekan terakhir, kondisi wabah COVID-19 DKI Jakarta masih terkendali,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemprov DKI, Minggu (6 Desember 2020)

Gubernur Anies juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama 9 bulan terakhir senantiasa disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan.

“Ke depan, kami berharap kedisiplinan itu bukan hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk saling menasehati, saling mengingatkan untuk melindungi sesama kita,” ungkapnya.

Namun, saya kok khawatir, pekan-pekan ke depan suara sirene tetap akan sampai ke telinga kami. Boleh jadi bakal lebih sering.

Salah dua kemungkinan penyebabnya ya Pilkada Serentak 2020 dan libur panjang akhir tahun.

Kok bisa Pilkada2020? Kan di DKI gak ada itu pesta demokrasi. Iya sih, di Jakarta gak ada tapi kan di Tangerang Selatan dan Kota Depok ada. Gak sedikit lo, orang Depok dan Tangsel yang cari nafkah di Ibu Kota.

Yang kedua, libur panjang akhir tahun memang belum kejadian. Sekarang kan baru tanggal 10 Desember. Biasanya kan begitu, sehabis libur panjang, kasus Covid-19 lantas merangkak naik!

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.