JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan, Helmy, mencatat terjadi 165 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut sepanjang Januari hingga Februari 2020. Kasus terbanyak ada di Februari, yakni 103 kasus, di mana puncak musim hujan mulai muncul.
"Bulan Januari dilaporkan ada 62 kasus, Februari yang tinggi, ada 103 kasus," kata Helmy, Minggu (1/3/2020).
AYO BACA : Dua Orang Indonesia Positif Corona Tinggal di Depok
Helmy mengatakan, hingga kini belum ada laporan warga meninggal karena penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Namun demikian, pihaknya telah menyosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Antisipasi dilakukan dengan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap wilayah dan mengoptimalkan tugas Juru pemantau jentik atau jumantik.
"Fasilitas kesehatan juga kita minta waspada bila ada masyarakat yang berobat dengan kondisi demam dan gejala lainnya. Perlu dicek kondisinya apakah itu DBD, jangan dianggap demam biasa," kata Helmy.
AYO BACA : Jokowi: Ibu dan Putrinya Positif Corona di Indonesia, Sudah di RS
Apabila masyarakat yang datang memeriksakan diri memiliki riwayat pernah digigit nyamuk dan demam tinggi dalam kurun waktu tertentu disertai bintik-bintik merah di tubuhnya dianjurkan untuk melakukan cek darah untuk perawatan lebih lanjut. "Intinya jangan sampai lengah, penanganan lebih awal bisa mencegah korban meninggal dunia," katanya.
Helmy menambahkan, jumlah temuan kasus DBD awal 2020 ini jauh menurun bila dibandingkan kasus tahun 2019 dengan periode yang sama.
Pada Januari 2019 tercatat 329 kasus, sedangkan Februari ada 388 kasus DBD. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2020.
"Tahun ini jumlahnya menurun dibanding 2019, ini perlu terus diawasi jangan sampai meningkat. Apalagi musim hujan masih berlangsung hingga Maret," kata Helmy.
"Yang harus dilakukan, pertama, berperilaku hidup bersih dan sehat, jangan lupa istirahat yang cukup, biasakan olahraga, kalau misalnya ada gejala kurang sehat segera periksakan diri ke dokter, dan tentunya makan teratur," kata Helmy.
AYO BACA : Kina Bisa Jadi Obat Corona? Ini Alasannya

Share this article
Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan, Helmy, mencatat terjadi 165 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut sepanjang Januari hingga Februari 2020. Kasus terbanyak ada di Februari, yakni 103 kasus, di mana puncak musim hujan mulai muncul. "Bulan Januari dilaporkan ada 62 kasus, Februari yang tinggi, ada 103 kasus," kata Helmy, Minggu (1/3/2020).