AYOJAKARTA.COM - Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belakangan menjadi sorotan publik.
Penyebab utama adalah proyek galian yang tengah berlangsung, khususnya pemasangan pipa air limbah. Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam sibuk.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan instruksi khusus kepada jajarannya untuk mempercepat penyelesaian proyek galian.
Baca Juga: Ayo Belanja Digital! 765 Pedagang Pasar Jakarta Sukses Jualan Online lewat E-Commerce
Pramono meminta pengerjaan proyek yang awalnya ditargetkan selesai Desember 2025 dipercepat menjadi November.
“Saya minta November diselesaikan. Awalnya Desember, tapi sudah saya minta maju satu setengah bulan,” ujarnya dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Ia juga menginstruksikan agar pagar proyek dipersempit dan sebagian trotoar digunakan sementara untuk memperlebar ruas jalan. Tidak hanya itu, Pramono Anung juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, proyek ini memang tak bisa dihindari karena berkaitan dengan peningkatan infrastruktur kota, mulai dari kabel bawah tanah hingga saluran air. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kemacetan di wilayah lain sudah mulai berkurang.
Baca Juga: Siap-siap Cek Saldo! PKH BPNT Tahap Ketiga Masuki Fase Final, Pencairan Tinggal Hitungan Hari
Langkah Cepat Atasi Kemacetan TB Simatupang
Pemprov DKI telah merumuskan sejumlah langkah jangka pendek. Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur, Yustinus Prastowo, menjelaskan bahwa Pemprov melakukan review proyek galian, mempercepat pengerjaan dengan sistem kerja 24 jam, hingga memperkecil pagar proyek.
Koordinasi juga diperkuat dengan kepolisian, Dishub, Transjakarta, MRT Jakarta, dan Satpol PP. Selain itu, pintu tol di sekitar TB Simatupang akan diatur buka-tutup pada jam sibuk.
Area publik seperti halte dan parkir sementara juga dioptimalkan agar kendaraan umum tidak menumpuk di pinggir jalan.
Baca Juga: PNM Hijaukan Negeri: 343.451 Pohon untuk Kemerdekaan Indonesia yang Berkelanjutan
Pemanfaatan trotoar untuk jalur kendaraan di titik penyempitan menjadi solusi sementara hingga proyek rampung.
Tak kalah penting, Pemprov bekerja sama dengan Google Maps dan aplikasi navigasi lain untuk menyediakan informasi lalu lintas dan rute alternatif bagi pengendara.
Solusi Jangka Menengah dan Alternatif Transportasi
Untuk solusi jangka menengah, Pemprov DKI mengkaji pembangunan underpass atau flyover di perempatan besar sepanjang TB Simatupang. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas secara permanen.
Baca Juga: Ayo Bergerak Bersama! 8 Langkah Cerdas Pemprov DKI Wujudkan TB Simatupang Bebas Macet
Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI mengimbau warga beralih ke transportasi umum. Sejumlah rute Transjakarta melintas di kawasan ini, antara lain Koridor 8 (Lebak Bulus – Pasar Baru), trayek D21, D41, 7E, S21, S22, hingga 6H. Ada juga layanan Royaltrans rute BSD – Fatmawati.
Dengan beragam upaya ini, Pemprov DKI optimistis kemacetan TB Simatupang dapat teratasi. Meski saat ini masyarakat harus bersabar menghadapi gangguan lalu lintas, manfaat proyek galian akan terasa besar bagi sistem infrastruktur Jakarta di masa depan.***

Share this article
Proyek galian di TB Simatupang bikin macet. Gubernur Pramono Anung perintahkan percepatan hingga November, atur rekayasa lalu lintas, dan imbau warga gunakan transportasi umum.