AYOJAKARTA.COM — Bantu upaya pengelolaan sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, mampu mengolah 32 ton sampah setiap harinya menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Upaya ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menekan volume sampah residu yang selama ini dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kamil Salim, menjelaskan bahwa proses pengolahan sampah di lokasi tersebut berlangsung selama 7 jam 19 menit setiap harinya.
Dari total sampah yang masuk, sekitar 20 hingga 30 persen berhasil dikonversi menjadi RDF.
"Setiap hari sekitar 32 ton sampah dapat diolah dalam waktu efektif selama 7 jam 19 menit. Sebanyak 20 hingga 30 persen di antaranya dapat menjadi RDF, bergantung pada kondisi dan tingkat keterpilahan sampah," ujar Kamil, Sabtu (11/7/2026).

Kamil menekankan bahwa kualitas RDF yang dihasilkan sangat bergantung pada komposisi sampah yang diterima.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.
"Upaya ini membuat pengolahan lebih efisien, meningkatkan kualitas RDF, dan mengurangi beban Bantargebang," terangnya.
Sebagai informasi, TPS 3R Menteng Atas didukung oleh 10 personel yang menangani seluruh tahapan, mulai dari penerimaan hingga pengolahan.
Fasilitas ini juga menggunakan teknologi canggih bernama mesin La MACCA yang dikembangkan oleh PT Mario Mikron Metalindo.***
Share this article
TPS 3R Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, mampu mengolah 32 ton sampah setiap harinya menjadi bahan bakar alternatif.