AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung akan terus dikebut.
Normalisasi Sungai Ciliwung ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir jangka menengah di Ibu Kota.
Kepastian ini disampaikan Pramono saat meninjau langsung pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1).
Menurut Pramono, normalisasi Sungai Ciliwung merupakan langkah strategis yang harus dilanjutkan guna meminimalisasi dampak banjir yang selama ini terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.
"Ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta," ujar Pramono.
Sebelumnya, proyek ini sempat terhenti sejak tahun 2017 dan kini siap dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih humanis.
Dalam proses pembebasan lahan ini, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Sedangkan untuk pembangunan tanggulnya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga: BGN Larang MBG untuk Dibawa Pulang, Ini Alasannya
Pramono menyebut, normalisasi Sungai Ciliwung ini sangat penting karena diproyeksikan mampu mengurangi sekitar 40 persen dampak banjir di Jakarta.
Proyek ini nantinya akan dibagi menjadi dua segmen utama dengan total panjang mencapai 33,69 kilometer.
- Segmen I mencakup ruas Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, di mana realisasi saat ini mencapai 8,24 kilometer.
- Segmen II meliputi ruas MT Haryono hingga TB Simatupang dengan panjang rencana tanggul 18,7 kilometer, dan realisasi mencapai 8,9 kilometer.
Baca Juga: Kasus Virus Nipah Jadi Sorotan! Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kesehatan
Pada akhir 2026 nanti, proyek normalisasi Sungai Ciliwung ini ditargetkan mencapai 557 meter.
Sebelumnya tahun 2025, Pemprov DKI diketahui telah membayarkan Rp16,3 miliar untuk 20 bidang lahan di Cawang.***

Share this article
Normalisasi Sungai Ciliwung ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir jangka menengah di Ibu Kota.