AYOJAKARTA.COM - Hutan Kota Cawang di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan, Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur jadi sorotan, usai salah satu warganet melalui Instagram @ijoeel membagikan informasi terkait adanya dugaan perilaku negatif di kawasan tersebut.
Dikutip ayojakarta.com, dalam narasi video yang dibagikan pada Kamis, 26 Februari 2026 warganet tersebut menceritakan pantauannya terkati aktivitas sekumpulan orang di Hutan Kota Cawang sekitar pukul 01.00 WIB.
"Taman ini nih suka dipakai teman ngumpul-ngumpul para cowok, ini kita nggak tau ya indikasinya apa, tapi biasanya di atasjam 1 pagi, ini saya jam 2 pagi, kumpul-kumpul nih, mereka masuk ke taman entah ngapain, tiap malam, ini alhamdulillah saya dapat videonya sebagai bukti, ini entah ngapain padahal ni taman gelap," ujar akun tersebut.
Baca Juga: Motor Suzuki Nex II: Pilihan Tepat untuk Kendaraan Harian yang Awet dan Nyaman
Ia pun meminta pihak pemerintah agar melakukan razia rutin hingga melakukan pemasangan lampu, karena lokasi taman tersebut sangat gelap.
Menanggapi keluhan dari warganet tersebut, personel gabungan telah melakukan perbaikan pagar Hutan Kota Cawang sebagai upaya pencegahan adanya perilaku negatif di kawasan tersebut.
Camat Makasar, Dimas Prayudi mengatakan, pagar pembatas hutan kota diduga sengaja dirusak untuk membuka akses masuk. Padahal sebelumnya pagar telah dipasang secara rapat.
Menurutnya, selain pagar yang dirusak, gembok pengaman juga ditemukan dalam kondisi rusak.
Bahkan, pada sisi pinggir jalan tol tidak terdapat pagar pembatas hingga memungkinkan orang turun dari kendaraan di jalan tol dan masuk ke kawasan hutan kota hingga tembus ke Jalan DI Panjaitan.
"Kami menutup akses masuk menuju Hutan Kota Cawang agar tidak kembali disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya," ujarnya, Jumat (27/2).
Baca Juga: Tablet TECNO Megapad SE Dibandrol Harga Rp2 Jutaan, Hadir dengan Layar Besar dan Speaker Lantang
Ia menambahkan, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur untuk pemasangan dua lampu sorot pada titik akses tersebut untuk mengoptimalkan pengawasan.
"Perbaikan pagar hari ini melibatkan sekitar 25 personel gabungan dari unsur kelurahan dan kecamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas," terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dwi Ponangsera menjelaskan, terdapat dua titik celah yang ditutup, yakni di samping kolong Tol Cawang Interchange dan di belakang halte seberang Hotel Patria Park.
"Celah di samping kolong tol ditutup menggunakan beton cor, sedangkan celah di belakang halte ditutup dengan pagar besi," ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pramono Anung Imbau Warganya untuk Lakukan Hal Ini
Ia menuturkan, pohon yang sudah terlalu rimbun juga akan dilakukan pemangkasan untuk meminimalisir potensi aktivitas negatif di dalam kawasan hutan kota.
Dwi menambahkan, lahan Hutan Kota Cawang seluas kurang lebih dua hektare tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melainkan milik PT Jasa Marga.***
Share this article
Hutan Kota Cawang di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan, Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur jadi sorotan usai diduga jadi tempat untuk lakukan kegiatan penyimpangan seksual.