TANJUNG PRIOK, AYOJAKARTA - Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Tanjung Priok, Jakarta Utara, cenderung mengalami penurunan.
Kepala Terminal Tanjung Priok, Muzofar Surya Alam menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum mencatat adanya kenaikan penumpang yang berangkat dari terminal tersebut.
"Belum ada lonjakan penumpang," kata Muzofar ketika dikonfirmasi, Jumat 30 April 2021.
Meski belum ada lonjakan pihak terminal tetap menyiapkan sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan, termasuk ruang tunggu dan sebagainya.
"Itu untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang," ujarnya.
Lebih jauh Muzofar mengatakan, penurunan jumlah penumpang disinyalir akibat dari pengetatan keberangkatan maupun pemberlakuan protokol kesehatan. Pengetatan ini diberlakukan menjelang larangan mudik pada 6 sampai 17 Mei nanti.
Muzofar lantas memberikan gambaran keberangkatan bus dari Terminal Tanjung Priok. Pada tanggal 1 April lalu, armada yang berangkat berjumlah 84 bus dengan membawa 261 penumpang.
Jumlah itu, lanjut dia, terus mengalami penurunan. Pada tanggal 8 April, armada yang berangkat hanya 60 bus dengan membawa penumpang sebanyak 109 orang.
"Kecenderungan yang terjadi justru penurunan jumlah penumpang sampai sekitar 20%," ungkapnya.

Share this article
Pengetatan Larangan Mudik, Penumpang di Terminal Tanjung Priok Turun 20 Persen