Tragedi Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Bukti Nyata Bullying Bisa Jadi Pemicu Kejahatan

Ilustrasi Bullying. (Sumber: Unsplash/Jerry Zhang)
Ilustrasi Bullying. (Sumber: Unsplash/Jerry Zhang)

AYOJAKARTA.COM - Kasus ledakan yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 7 November 2025 siang, menyisakan banyak pertanyaan.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang terjadi saat salat Jumat di masjid sekolah tersebut. Namun, di balik kepulan asap dan kepanikan, muncul dugaan bahwa pelaku ledakan adalah korban bullying.

Salah satu siswa, berinisial Z, mengungkap bahwa terduga pelaku dikenal tertutup dan diduga sering menjadi sasaran perundungan. Meski belum ada bukti kuat, dugaan ini membuka ruang diskusi lebih luas mengenai seberapa besar dampak bullying terhadap perilaku ekstrem di kalangan remaja?

Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Moto G67 Power 5G, HP Rp3 Jutaan dengan Baterai yang Mampu Bertahan 36 Jam Nonstop

Menurut para ahli, bullying bukan sekadar kenakalan remaja. Peter K. Smith dkk. (2004) dalam Bullying in Schools: How Successful Can Interventions Be? menjelaskan bahwa perundungan yang terjadi terus-menerus dapat menimbulkan trauma mendalam, rasa terisolasi, dan kemarahan yang terpendam.

Dalam kondisi psikologis tertentu, korban bisa kehilangan arah dan menjadi rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem atau bahkan kekerasan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa korban bullying sering mengalami alienasi sosial, rasa dendam, dan kerentanan emosional.

Ketika tidak mendapat dukungan dari lingkungan, mereka cenderung mencari penerimaan di tempat lain, bahkan dalam kelompok berbahaya yang menawarkan identitas baru dan pembenaran atas kemarahan mereka.

Baca Juga: Kebakaran di Grogol Utara, Transjakarta Alihkan Rute untuk Sementara

Kasus serupa pernah terjadi di berbagai negara, di mana pelaku aksi kekerasan di sekolah memiliki latar belakang sebagai korban bullying.

Bahkan di Indonesia, seorang mantan narapidana terorisme asal Solo mengakui bahwa perundungan atas kondisi ekonominya menjadi titik awal ia terjerumus ke dunia kriminal dan radikal. Tragedi di SMAN 72 Kelapa Gading semestinya menjadi peringatan bahwa bullying bukan masalah sepele.

Ia bisa menjadi awal dari rantai panjang kekerasan, bahkan teror. Pencegahan tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi perlu pendampingan psikologis, lingkungan sekolah yang inklusif, dan komunikasi terbuka antara guru, siswa, dan orang tua.

Dengan memahami akar persoalan seperti bullying, kita bisa mencegah lahirnya luka-luka sosial yang kelak berubah menjadi tragedi seperti yang baru saja terjadi di Kelapa Gading.***

Baca Juga: 7 Fakta Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta, Penyebab Masih dalam Penyelidikan

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# ledakan
# SMAN 72 Kelapa Gading
# korban bullying

Berita Terkait

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.