AYOJAKARTA.COM - Ketua RT Riang Prasetya diketahui berani dengan tegas memprotes sejumlah ruko yang memakan bahu jalan.
Diketahui sebelumnya dilakukan pembongkaran oleh Satpol PP, namun pihak pemilik ruko yang memakan bahu jalan malah protes.
Riang Prasetya selaku Ketua RT 011 di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara menilai bahwa protes pemilik ruko tersebut tidak ada dasar yang jelas.
Baca Juga: Update Video Viral Ketua RT Pluit Dikeroyok Sejumlah Orang: Kejadian Lama
Pokok perkaranya hanya perihal ruko yang memakan bahu jalan sehingga menutup saluran air.
Maka Riang meminta agar saluran air dan bahu jalan bisa dikembalikan seperti semula.
Bukan berarti meminta ruko tersebut hingga ditutup, sampai pemilik ruko melakukan protes kepadanya.
Baca Juga: Viral Aksi Protes Penyewa Ruko di Pluit Tolak Pembongkaran, Rumah Ketua RT Ramai Digeruduk
Ketua RT Riang Prasetya menyebut, ketika warga demo dan memprotesnya, dia tidak ada di lokasi.
"Kemarin waktu demo itu kebetulan saya sedang melakukan pekerjaan yang memang pekerjaan saya, saya tidak ada di lokasi," ungkap Ketua RT Riang Prasetya dikutip melalui kanal YouTube KOMPASTV.
Dia menyebut bahwa di antara pendemo tidak ada satupun pemilik ruko yang bersangkutan.
"Saya pastikan bahwa itu tidak ada satupun pemilik ruko, sebagian besar saya ada yang kenal, tapi itu cuma karyawan yang memang mereka berjualan di etalase-etalase yang menyewa di ruko itu," ungkap Ketua RT Riang Prasetya.
"Tapi pemilik, saya hafal muka (mereka) meskipun mungkin saya tidak kenal nama," sambungnya.
Riang Prasetya menanggapi perihal aksi demo warga tersebut, ia menilai tuntutan mereka tidak jelas.
"Saya sampaikan kepada yang demo-demo itu. Saya selaku ketua RT tidak berkepentingan terhadap apa yang mereka tuntut, saya pun nggak jelas," ujar Riang Prasetya.
Sebagai Ketua RT, Riang Prasetya menyebut hanya meminta agar saluran air dikembalikan, bukan berarti menutup usaha ruko tersebut.
"Tapi yang pasti harus tahu saya selaku RT hanya meminta saluran air dikembalikan, bahu jalan dikembalikan. Kalau tidak ada dampaknya dengan mereka lalu apa, kecuali saya tutup usaha," jelas Riang Prasetya.
"Tidak ditutup usahanya, gedungnya tidak dibongkar, yang dibongkar adalah saluran air dan bahu jalan. Itu harus dipahami," tambahnya.***

Share this article
Jawaban menohok Riang Prasetya usi didemo warga pemilik toko, minta saluran air dan bahu jalan dikembalikan.