AYOJAKARTA.COM-- Peringatan Maulid Nabi merupakan hari di mana umat muslim memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada hari ke-12 Rabiul Awwal, bulan ketiga dalam kalender Islam, yang mana bertepatan pada tanggal 8 Oktober 2022.
Baca Juga: Viral Pramugari Cantik Kelahiran 2002, Netizen Ajak Naik Mio
Kalender Islam berjalan pada siklus lunar, yaitu sepuluh hingga 11 hari lebih pendek dari kalender Gregorian yang umum digunakan.
Lantas apa hukumnya memperingati Maulid Nabi?
Menurut Ustadz Adi Hidayat tidak ada hukumnya pada Maulid Nabi, karena secara bahasa Maulid adalah waktu kelahiran seseorang, sedangkan Maulud adalah seseorang yang dilahirkan.
Baca Juga: Momen Langka, Akun Medsos Persib-Persija Saling Balas Komentar
Ustadz Adi Hidayat pun menambahkan bahwa hukum hanya berlaku pada perbuatan seseorang bukan pada kelahiran seseorang.
“Apa hukumnya maulid Nabi, Maulid Nabi gak ada hukumnya, karena waktu lahirnya Nabi, bagaimana kita bisa melekatkan hukum pada lahirnya Nabi?” ujar Adi Hidayat pada ceramahnya membahas hukum maulid nabi, dilansir dari kanal YouTube Cahaya Islam.
Ustadz Adi Hidayat menambahkan bahwa hari kelahiran itu tidak ada hukumnya, namun bagaimana dalam menyikapi hari kelahiran tersebut.
“Apa hukumnya hari kelahiran? Hari kelahiran gak ada hukumnya, yang melekat pada hukum itu bagaimana menyikapi hari kelahiran itu, itu poinnya” ujar Adi Hidayat.
Kebolehan memperingati Maulid Nabi memiliki argumentasi syar'i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.
عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ” : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ .” رواه مسلم
“Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim).
Baca Juga: Mbah Moen Ajarkan Tips Menghadapi Kesusahan Dengan Meneladani Kisah dan Sifat Nabi Ayyub
Namun tentunya yang perlu ditekankan dalam memperingati Maulid Nabi adalah sebuah tradisi untuk memperingati hari kelahiran Nabi SAW.
Inti acaranya sebenarnya lebih kepada pembacaan sajak dan syair peristiwa kelahiran Rasulullah SAW. Untuk menghidupkan semangat juang dan persatuan umat Islam. Lalu bentuk acaranya semakin berkembang dan bervariasi.
Baca Juga: Inilah 3 Golongan Manusia yang Sebabkan Kerusakan Menurut Mbah Moen, Jangan Sampai Kita Termasuk!
Di Indonesia, terutama di pesantren, para kyai dulunya hanya membacakan syair dan sajak-sajak itu, tanpa diisi dengan ceramah.
Namun kemudian ada muncul ide untuk memanfaatkan momentum tradisi maulid Nabi SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam.***

Share this article
Berikut penjelasan ustadz Adi Hidayat terkait hukum memperingati Maulud Nabi pada 8 Oktoer 2022 mendatang, jangan sampai salah paham