ARAFAH, AYOJAKARTA.COM - Suhu dan cuaca panas ekstrem tidak membuat semangat 221.000 jemaah haji Indonesia pudar.
Sehari menjelang puncak ibadah haji yakni pada Rabu 4 Juni 2025 (8 Dzulhijjah 1446 H), jemaah Indonesia tetap bergerak menuju Arafah sejak pukul 10.00 waktu Arab Saudi hingga malam.
Para jemaah diketahui bermalam di tenda Arafah sebelum memulai rukun haji, yaitu wukuf, pada hari ini, Kamis 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah).
Baca Juga: Referensi Teks MC Pelaksanaan Salat Idul Adha 2025: Format Lengkap, Sopan, dan Siap Pakai
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, petugas haji Indonesia dan pihak Syarikah (perusahaan layanan haji di Arab Saudi) membagikan payung kepada jemaah.
Semua jemaah haji menempati tenda Arafah yang dibangun oleh delapan Syarikah dengan berbagai desain dan fasilitas.
Penempatan jemaah di tenda Arafah tidak lagi berdasarkan kloter, karena satu tenda bisa diisi oleh satu hingga tiga kloter sekaligus.
Baca Juga: Update Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 Jelang Idul Adha 5 Juni 2025, Fix Sudah Cair?
Setibanya di tenda, banyak jemaah langsung beristirahat di dalam karena suhu di luar sangat panas.
Beberapa jemaah memilih bersantai di beranda depan tenda yang banyak disediakan oleh Syarikah.
Sebelumnya, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Muchlis M. Hanafi telah mengimbau jemaah agar tidak keluar tenda pada siang hari, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00.
Jemaah diminta untuk menjaga stamina karena akan menjalani serangkaian rukun haji yang melelahkan, dimulai dari wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina selama lima hari berturut-turut.***
Share this article
Suhu dan cuaca panas ekstrem tidak membuat semangat 221.000 jemaah haji Indonesia pudar menuju Arafah secara bertahap