AYOJAKARTA.COM - Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW sebelum menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Seperti diketahui, bulan puasa Ramadan tinggal menghitung hari untuk menuju hari kemenangan Idul Fitri 2025.
Jika tak ada alang melintang, Idul Fitri 2025 akan jatuh ada 31 Maret 2025.
Namun, kepastian Idul Fitri 2025 akan menunggu hasil siding isbat pada 29 Maret 2025.
Idul Fitri sendiri merupakan momen yang paling ditunggu umat muslim setelah berpuasa selama atu bulan.
Di mana, momen ini adalah momen berkumpul bersama keluarga, terlebih bagi mereka yang hidup merantau.
Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, ternyata ada amalan istimewa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (23/3/2025) berikut adalah empat amalan istimewa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menyambut Idul Fitri:
Baca Juga: Begini Cara Cek Progres Penetapan NIP CPNS dan PPPK 2024 di Mola BKN, Lengkap dengan Alurnya
- Menghidupkan malam Idul Fitri
Umat muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah seperti salat, tadarus, salawat dan berdoa.
Sebab, di malam Idul Fitri itu merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.
Hal ini sesuai hadist riwayat al-Daruquthni: "Barangsiapa menghidupi dua malam hari raya, hatinya tidak mati di hari matinya beberapa hati." (HR. al-Daruquthni).
- Mengucapkan takbir
Malam Idul Fitri biasanya kumandang takbir mulai terdengar.
Biasanya terdapat tradisi takbiran keliling yang dilakukan oleh anak-anak atau remaja untuk memeriahkan malam takbiran.
Tentunya, kita dianjurkan untuk ikut membaca takbir di malam Idul Fitri.
Seruan takbir ini merupakan anjuran Rasulullah SAW sesuai dengan firman dalam Alquran yakni QS. Al-Baqarah ayat 185.
"Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah."
Biasanya sunnah takbir dimulai sejak tenggelamnya ata hari (magrib) atau malam Syawal sampai menuju Salat Ied.
Dikutip dari kemenag.go.id, ada dua jenis takbir yaitu:
1. Muqayyad (dibatasi), yaitu takbir yang dilakukan setelah salat fardhu atau sunnah.
2. Mursal (dibebaskan), yaitu takbir yang dapat dilakukan di setiap kondisi.
- Mandi, bersolek dan memakai pakaian terbaik
Untuk mendapat pahala, kita bisa melalukan mandi sebelum salat Idul Fitri yang hukumnya sunnah.
Waktu mandi disunnahkan mulai dari tengah malam Idul Fitri hingga tenggalamnya matahari keesokan harinya dan yang paling Utama setelah terbitnya fajar atau menjelang salat Ied.
Setelah mandi, disunnahkan untuk berdandan atau berhias dan menggunakan pakaian terbaik untuk salat Ied.
Berhias yang dimaksud adalah memotong kuku dan menggunakan wawangian.
- Makan sebelum salat Ied
Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk makan kurma hitungan ganjil sebelum menuju masjid untuk salat Idul Fitri.
"Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil." (HR. Ahmad dan Bukhari).
Sebab, makan sebelum salat Ied adalah sebagai tanda jika puasa Ramadan selesai.***
Share this article
Empat amalan ini biasa dilakukan Rasulullah SAW jelang Hari Raya Idul Fitri, apa saja? Umat Islam cek di sini.