AYOJAKARTA.COM - Malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Periode ini menjadi target utama setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya menekankan keutamaan waktu ini berdasarkan hadits shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan khusus saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Baca Juga: Doa Ramadhan Hari ke 22: Keutamaan di Antaranya Allah akan Hilangkan Kegelapan dan Kesepian
"Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika sudah masuk 10 akhir Ramadhan, beliau menguatkan ikatan pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), membangunkan keluarganya untuk shalat malam, dan lebih giat beribadah," jelas Ustadz Khalid Basalamah.
Ini menunjukkan betapa pentingnya waktu tersebut hingga Rasulullah SAW sendiri mengubah pola ibadahnya menjadi lebih intensif dan juga mengajak keluarganya untuk turut berpartisipasi dalam meningkatkan amal ibadah.
Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Qadar yang menyebutkan bahwa malam tersebut lebih baik dari 1000 bulan.
Ustadz Khalid Basalamah menjabarkan secara rinci tentang makna di balik ayat tersebut, "Allah berfirman 'Lailatul Qadri khairum min alfi syahr' yang artinya Lailatul Qadar lebih baik daripada 1000 bulan atau setara dengan 83 tahun plus 4 bulan.
Bayangkan keutamaannya, bila Anda mengucapkan Subhanallah saja di Lailatul Qadar, maka sama dengan Anda mengucapkan Subhanallah selama 1000 bulan atau 83 tahun lebih."
Beliau juga menekankan bahwa inilah kesempatan emas bagi setiap Muslim, terutama mereka yang mungkin tidak diberi umur panjang hingga 80 tahun, untuk mendapatkan pahala berlipat ganda.
Segala ibadah yang dilakukan pada malam tersebut, seperti berzikir, berdoa, membaca Al-Quran, bersedekah, berbakti kepada orang tua, dan shalat malam, akan dicatat pahalanya setara dengan melakukan ibadah yang sama selama 1000 bulan.
Dalam pembahasannya, Ustadz Khalid Basalamah juga memberikan nasihat praktis tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim memprioritaskan waktunya di 10 hari terakhir Ramadhan.
"10 terakhir Ramadhan bukan untuk dihabiskan di pasar atau di mall untuk mencari baju lebaran, tapi dihabiskan dengan i'tikaf di masjid. Atau kalau Anda tidak i'tikaf di masjid, Anda bisa tetap memperbanyak ibadah di rumah, di jalanan, dengan berzikir, dengan membaca Al-Quran, dengan mendengarkan majelis ilmu," tegas beliau.
Baca Juga: 7 Amalan Malam Lailatul Qadar untuk 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadan
Ustadz Khalid juga mengingatkan bahwa Lailatul Qadar hanya terjadi setahun sekali dan waktunya berputar di malam-malam ganjil 10 terakhir Ramadhan, bisa jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Meskipun paling sering dikaitkan dengan malam ke-27, beliau menegaskan, "Kita tidak pernah tahu tepatnya kapan malam itu terjadi, oleh karena itu di 10 terakhir Ramadhan dianjurkan semua Muslim justru lebih giat beribadah dan bagaimana dia meniatkan dalam hatinya semoga Allah mudahkan mendapatkan Lailatul Qadar."
Dengan pemahaman ini, beliau mengajak seluruh umat Islam untuk terus bersemangat, bahkan setelah berjuang selama 20 hari di awal Ramadhan.
Dan meningkatkan intensitas ibadah di 10 hari terakhir dengan harapan Allah SWT memudahkan kita termasuk orang-orang yang beruntung meraih keberkahan Lailatul Qadar.***

Share this article
Ustadz Khalid juga mengingatkan bahwa Lailatul Qadar hanya terjadi setahun sekali dan waktunya berputar di malam-malam ganjil 10