Tidak Harus di Masjid, Menyambut Lailatul Qadar di Rumah Bersama Keluarga, Begini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya soal malam lailatul qadar yang tak harus di masjid
Buya Yahya soal malam lailatul qadar yang tak harus di masjid

AYOJAKARTA.COM - Lailatul Qadar merupakan malam yang istimewa dalam bulan Ramadhan, namun waktu pastinya disembunyikan oleh Allah SWT sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada umat manusia.

Buya Yahya dalam penjelasannya menekankan bahwa penyembunyian ini memiliki hikmah yang sangat dalam.

"Hai itu tanda kasih sayang Allah disembunyikan. Tidak diberitahu kalau Lailatul Qadar diberitahu, maka berantakan dunia ini. Anda mau ke pasar enggak bisa, sopir angkot juga nggak mau, dia akan berkisar Lailatul Qadr, yang masak pun gak mau, anda enggak makan, warung enggak jualan, karena semuanya pengin Lailatul Qadar," jelas Buya Yahya.

Baca Juga: Pelaku UMKM Akui Pelatihan Digitalisasi dan Business Matching dari BRI Berperan Vital Mendongkrak Pemasaran

Beliau menganalogikan bahwa jika waktu pastinya diberitahukan, maka seluruh aktivitas kehidupan akan terhenti karena semua orang akan fokus beribadah pada malam tersebut, sehingga menimbulkan kekacauan.

Meski demikian, para ulama telah bersepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadhan, dan kemungkinan besarnya adalah pada sepuluh malam terakhir bulan suci ini, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29).

Imam Syafi'i bahkan menyebutkan bahwa malam ke-21 lebih banyak diharapkan, meskipun tidak dipastikan secara mutlak.

Buya Yahya juga mengkritisi fenomena di masyarakat yang hanya ramai mengunjungi masjid pada malam yang telah ditentukan sebagai Lailatul Qadar.

Sementara malam-malam lainnya menjadi sepi, "Ramai di hari yang ditentukan Lailatul Qadar, dan dimana diamit, 'Ah kapan?' 'Besok malam 21.' Ramenya luar biasa. 23 diajak ramai lagi enggak mau, alasannya 'Pak, aku sudah dapat Lailatul Qadr.' Padahal Nabi tidak begitu mengajarinya."

Dalam tradisi Nabi Muhammad SAW, beliau menunjukkan sikap yang berbeda dalam menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan.

"Nabi kalau sudah masuk Indah kalau Astro akhiran Rhoma, won't you gitu, ah lahu dibangun dengan keluarganya, semir tal tsaubahu meruncingkan lengan baju, dan seterusnya. Itu Baginda Nabi kalau saya masuki 10 Ramadhan, beliau membangunkan keluarganya dan Buddha beribadah dengan lebih banyak lagi," jelas Buya

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp untuk Simpan Status, Begini Caranya

Beliau menekankan bahwa kita seharusnya tidak memilih-milih malam tertentu saja, tetapi menghidupkan semua malam Ramadhan dengan ibadah, dan meningkatkan intensitasnya pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil.

Buya Yahya mengumpamakan pencarian Lailatul Qadar seperti seseorang yang menantikan makanan kesukaan atau memenuhi permintaan orang yang dicintai:

"Ada orang mau jualan makanan kesukaan anda, dan anda, istri anda yang paling anda cintai, dan anak-anak anda pun berbunyi anak ngidam istrinya, nidham tak tanya apa makanan kesukaannya adalah di dalam sehari ini perkiraan antara waktu Dhuhur sama magrib.

Kira-kira dimana? Kalau Anda anggap saja sehari ini enggak tahu, bisa pagi bisa siang bisa-bisa sore. Biasanya anda mengharap betul, pasti dari pagi anda nungguin."

Analogi ini menggambarkan bagaimana seharusnya seorang muslim tidak hanya fokus pada satu malam saja.

Tetapi berusaha menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir, untuk memaksimalkan kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar.

Mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan ibadah di malam Lailatul Qadar, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada ketentuan khusus harus di masjid saja.

"Baik ajak keluarga, tidak harus di masjid, bisa di rumah. Di rumah jangan sampai gara-gara tidak ke mesjid anda mendapatkan kebaikan," tegas beliau.

Baca Juga: Cerita Lucu UMKM Binaan BRI, Bukannya Dituntut Hak Cipta malah Diminta Sematkan Nama Ibu pada Sepatu Wanita

Hal ini menjadi penting terutama bagi wanita yang mungkin tidak dapat pergi ke masjid karena berbagai alasan atau bagi mereka yang harus menjaga anak di rumah sementara suami mereka beri'tikaf di masjid.

Buya Yahya mengingatkan, "Anda jangan mau ketinggalan, bangun di malam itu. Penuhi panggilan Helmi mustaghfirin faviola, siapa yang minta ampun akhirnya kau ampuni, siapa minta hajat agan aku PNY, saya minta untuk hajatnya akan aku penuhi. Bangun juga biarpun di rumah, tetap berpikir, baca al-qur'an, baca shalawat dan seterusnya. Intinya hidupkan malam itu dengan ibadah."

Beliau juga menjelaskan bahwa menemui Lailatul Qadar tidak harus ditandai dengan pengalaman supranatural atau tanda-tanda khusus.

Seseorang bisa saja mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar tanpa menyadarinya.

"Orang menemui Lailatul Qadar itu bukan 'oh aku ketungkul dari perempatan jalan' begitu. Artinya siapapun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah, maka dia mendapat gelar doktor, biarpun tidak sadar kalau dia mendapatkannya."

Buya Yahya juga menyarankan untuk tidak menyombongkan diri jika merasa telah mendapatkan tanda-tanda Lailatul Qadar, karena hal tersebut sebaiknya dirahasiakan.

Baca Juga: Tanggapi OTT KPK Anggota DPRD dan Satu Kepala Dinas di Kabupaten, Bupati OKU Teddy Meilwansyah Pastikan Pelayanan Umum Tetap Berjalan

"Bahkan ini perlu dirahasiakan halnya semacam ini. Kalau kita mendengar cerita ulama melihat tanda-tanda semacam ini, itu hanya segar diceritakan untuk memberi motivasi yang lainnya, bukan untuk pamer 'aku sudah ketemu oleh dokter.'"

Dengan demikian, esensi dari Lailatul Qadar adalah menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ibadah, baik di masjid maupun di rumah, dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan pengalaman supranatural.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# di rumah
# masjid
# malam lailatul qadar
# Buya Yahya
# Amalan

News Update

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.

Jakarta Selatan

Aksi Heroik Gagalkan Penjambretan Bersajam di CFD, 4 Personel Dishub DKI Dapat Penghargaan!

Keempat petugas tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan bersenjata tajam di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Sudah Ada 324, Pemprov DKI Bakal Perbanyak RPTRA! Pramono Anung: Biar Anak-anak Punya Banyak Tempat Bermain

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menambah jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah ibu kota.

Gadget

Bocor di Tangan J-Hope BTS! Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis 22 Juli dengan Desain Lebih Lebar

Samsung Galaxy Z Fold 8 siap rilis 22 Juli dengan desain *wide folding* lebih lebar, bahan Flex Titanium, chip Snapdragon 8 Elite, serta hadir dalam varian standar dan Ultra.

Metropolitan

Hari Anak Nasional ke 42, Pemprov DKI Siap Kaji Usulan SPARTA, Pramono Dorong Perlindungan Dimulai dari Tingkat RT

Pembentukan SPARTA ini bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai provinsi pertama yang memiliki seksi perlindungan anak di setiap RT.

Metropolitan

Dinas LH DKI Siapkan Transisi Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jakarta

Perubahan metode pengelolaan sampah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap praktik open dumping

Bisnis

Program Sanggar Bakti BCA Siapkan Sanggar Seni Lebih Profesional dan Mandiri

BCA meluncurkan Sanggar Bakti BCA untuk memperkuat seni pertunjukan Indonesia melalui pembinaan, pendampingan, dan pengembangan sanggar.

Teknologi

5 Rekomendasi Laptop Gaming dengan Harga di Bawah Rp15 Juta yang Worth It Dibeli di Pertengahan Tahun 2026

Rekomendasi laptop gaming/kerja Rp10–15 juta pertengahan 2026 versi Jagat Review: Acer Nitro V 16, Lenovo LOQ 15, Axioo Pongo 735, ASUS Vivobook 16, dan MSI Thin 15 yang dibekali GPU RTX 3050 series.

Bisnis

Omzet Naik, Pasar Meluas! UMKM Cimahi Rasakan Manfaat Program Sertifikasi Halal BRI Peduli

UMKM di Cimahi sukses meningkatkan omzet setelah mengikuti pelatihan sertifikasi halal BRI Peduli, membuka peluang pasar lebih luas.