AYOJAKARTA.COM – Bagi umat Muslim di berbagai negara, bulan Ramadan merupakan momen istimewa yang diisi dengan berbagai tradisi khas.
Seperti halnya di Indonesia yang memiliki beragam seremoni menyambut Ramadan, umat Muslim di berbagai penjuru dunia juga menjalankan tradisi unik selama bulan suci ini.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, tradisi-tradisi tersebut juga memiliki nilai filosofis yang mendalam.
Untuk memperkaya wawasan dan mempererat ukhuwah Islamiyah, berikut lima tradisi unik umat Muslim di berbagai negara dalam menandai waktu sahur dan berbuka puasa.
Baca Juga: Jadwal Sholat Maghrib dan Buka Puasa Hari Ini 5 Ramadhan 2025 di JABODETABEK dan Wilayah Sekitarnya
1. Dentuman Meriam di Lebanon
Di Lebanon, kedatangan Ramadan selalu ditandai dengan penyulutan meriam yang dikenal sebagai Midfa al-Iftar. Tradisi ini sudah berlangsung hampir 200 tahun sejak era Kesultanan Utsmaniyah di Mesir.
Awalnya, Midfa al-Iftar digunakan untuk memberi tanda akhir puasa atau waktu berbuka. Dentuman keras dari meriam ini menjadi isyarat bagi masyarakat Muslim setempat untuk segera menyantap hidangan berbuka.
Baca Juga: Ide Jualan Takjil Ramadhan: Resep Kue Talam Lumer Labu Kuning Pandan yang Menggoda
2. Nafar, Sang Pembawa Pesan di Maroko
Di Maroko, ada tradisi unik yang disebut Nafar. Seorang Nafar adalah seseorang yang bertugas membangunkan warga untuk sahur dengan cara berjalan menyusuri gang-gang sempit sambil menembangkan lagu-lagu religi.
Seorang Nafar tidak dipilih sembarangan. Ia harus dikenal sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya. Pakaian khas yang dikenakannya adalah gandora, busana adat masyarakat setempat. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur atas kabar baik yang dibawa Rasulullah ﷺ di awal kenabiannya.
Baca Juga: Hanya Muncul Selama Ramadhan! Intip Hidangan Khas Santap Sahur dari 10 Negara di Dunia
3. Mheibes, Permainan Tebak Cincin di Irak
Masyarakat Muslim di Irak memiliki tradisi Ramadan yang unik bernama Mheibes, yaitu permainan berkelompok untuk menebak cincin yang disembunyikan oleh salah satu anggota tim lawan.
Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan di malam Ramadan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara para pemainnya.
4. Phanos, Lentera Ramadan di Mesir
Di Mesir, Ramadan selalu identik dengan pemasangan phanos atau lentera. Lentera ini melambangkan keceriaan menyambut bulan suci serta cahaya Islam yang menerangi kehidupan.
Tradisi ini sudah ada sejak berkembangnya Islam di Mesir dan tetap lestari hingga kini sebagai bagian dari syiar Ramadan.
Baca Juga: Benarkah KJP Plus Tahap 1 tahun 2025 Cair Bulan Ramadhan? Berikut Skema Penyaluran Terbaru
5. Penabuh Genderang di Turki
Di Turki, ada tradisi membangunkan sahur dengan cara menabuh genderang. Tradisi ini sudah ada sejak era Kesultanan Utsmaniyah dan masih bertahan hingga sekarang, meskipun teknologi seperti jam dan alarm sudah ada.
Penabuh genderang berkeliling desa atau kota untuk membangunkan warga agar bersiap menyantap sahur sebelum azan subuh berkumandang.***

Share this article
Setiap negara memiliki cara unik untuk menandai waktu sahur dan berbuka selama Ramadan. Tradisi ini tidak hanya mempertahankan budaya lokal.