AYOJAKARTA.COM – Sahur merupakan salah satu bentuk ibadah yang hanya dilakukan umat muslim, khususnya orang-orang beriman selama puasa Ramadhan.
Selain terkandung kebaikan, di dalam aktivitas sahur selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan juga tersimpan berbagai keutamaan yang menyangkut kesehatan.
Dengan melaksanakan santap sahur, tubuh fisik setiap orang beriman yang menjalankan ibada puasa Ramadhan akan senantiasa sehat sepanjang siang hingga datang petang.
Melalui hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW juga berpesan, "Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah".
Meski demikian tidak setiap jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur akan membawa kebaikan bagi tubuh, terlebih jika tidak sesuai kebutuhan nutrisi.
Agar kualitas ibadah tetap berjalan lancar sepanjang waktu hingga saatnya berbuka, berikut adalah catatan penting menyangkut nutrisi untuk dijadikan acuan menu.
Baca Juga: Doa Berbuka Puasa Sebaiknya Dibaca Kapan? Sebelum atau Setelah Membatalkan Puasa?
4 Hal Penting saat Sahur
Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang optimal selama menjalankan ibadah puasa, pastikan mengkonsumsi cukup asupan protein.
Selain diperoleh melalui aneka jenis hewani seperti daging sapi atau ikan, sumber protein juga bisa didapat melalui nabati seperti tahu atau tempe.
Dengan memastikan kebutuhan asupan protein selama sahur, kandungan masa otot akan senantiasa berada dalam kondisi yang stabil.
Adapun asupan nutrisi selanjutnya yang perlu diperhatikan saat sahur adalah kebutuhan vitamin dan mineral dari sayuran ataupun aneka buah segar.
Buah dan sayur-mayur umumnya memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi tubuh selama berpuasa.
Selain dapat diperoleh melalui Semangka, buah lan yang cocok untuk memenuhi asupan nutrisi adalah melon serta strawberry.
Asupan penting ketiga yang penting diperhatikan selama melakukan santap sahur adalah kebutuhan akan karbohidrat.
Bagi kebanyakan orang Indonesia, sumber utama kebutuhan karbohidrat bagi tubuh umumnya diperoleh melalui nasi atau umbi-umbian.
Untuk menambah variasi selama puasa Ramadhan, kebutuhan karbohidrat juga dapat diperoleh melalui roti gandum, oatmeal dan sejenisnya.
Roti atau panganan berbahan dasar gandum memiliki daya serap lebih lambat oleh tubuh, sehingga lebih mampu menopang kebutuhan energi sepanjang hari.
Hal penting terakhir yang perlu diperhatikan agar menu sahur menjadi sumber kesehatan tubuh adalah kebutuhan air minum.
Resiko kekurangan cairan dalam tubuh selama berpuasa, umumnya akan membuat tubuh justru menjadi terasa lebih lemas setelah berbuka.
Agar tubuh tetap segar dan fit sehingga tidak lemas saat sholat Isya dan Tarawih, pastikan saat sahur mengkonsumsi air dalam jumlah sesuai kebutuhan.***

Share this article
Agar tetap bertenaga selama puasa, pastikan sahur dengan makanan bergizi: cukup protein, vitamin, karbohidrat kompleks, dan air putih.