AYOJAKARTA.COM — Keharusan untuk dapat mengelola amarah dalam kondisi lapar dan haus, menjadikan Ramadhan sebagai bulan penyucian jiwa bagi umat muslim.
Diwajibkan kepada orang-orang yang beriman, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan juga telah diatur secara terperinci dalam berbagai kajian fiqih.
Sejak datang waktu Subuh hingga tiba Maghrib, setiap orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan juga diharuskan untuk tetap menjalankan kewajiban sosial.
Berlangsung dalam durasi waktu yang relatif lama, menjadikan amalan puasa Ramadhan sebagai salah satu ibadah dengan nilai ganjaran istimewa di sisi Allah SWT.
Karena tidak setiap negara berada persis di garis khatulistiwa yang rutin terkena sinar matahari, pelaksanaan ibadah puasa cenderung berbeda-beda.
Berbeda dengan Indonesia yang terpapar sinar matahari seimbang sehingga waktu Subuh hingga Maghrib berjarak 13 jam, beberapa negara justru berlangsung lebih cepat.
Adapun negara dengan waktu pelaksanaan puasa Ramadhan relatif lebih singkat dibandingkan Indonesia adalah Australia.
Jika transisi waktu dari Subuh hingga Maghrib di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 13 jam, puasa Ramadhan di Australia hanya berlangsung sekitar 11 Jam 59 menit.
Selain Australia, negara berikutnya yang membutuhkan waktu puasa lebih singkat adalah Argentina dengan durasi 9 jam 37 menit.
Negara berikutnya yang juga termasuk memiliki durasi paling singkat di dunia adalah Chile, dengan waktu puasa selama 9 jam 12 menit.
Baca Juga: Dana Segar Jelang Ramadhan! 3 Bansos Cair Februari 2025, Cek Nominal dan Cara Verifikasinya
Sementara untuk umat muslim yang berada di Greenland maupun Denmark, setiap hari di bulan Ramadhan harus berpuasa selama sekitar 20 jam.
Salah satu penyebab adanya perbedaan waktu berpuasa Ramadhan di beberapa belahan negara tersebut adalah karena rotasi dari planet bumi.
Karena bentuk planet yang bulat pipih, rotasi atau perputaran bumi merupakan penyebab datangnya waktu siang dan malam.
Daerah terkena sinar matahari langsung akan mengalami waktu siang, sementara bagian yang membelakangi akan mengalami waktu malam.
Penyebab kedua yang menyebabkan terjadinya perbedaan durasi waktu puasa di beberapa negara adalah karena adanya revolusi bumi.
Baca Juga: Laris Manis dari Ibu Kota! 6 Ide Jualan Takjil Ramadhan Khas Betawi
Perputaran rotasi bumi saat mengelilingi matahari, menyebabkan terjadinya gerak semu matahari dan perbedaan waktu antara siang dengan malam hingga musim.
Penyebab ketiga yang menyebabkan perbedaan durasi waktu berpuasa di setiap negara adalah kemiringan bumi.
Meski berputar pada poros, bumi tidak berputar secara tegak lurus, sehingga kemiringan tersebut berdampak pada bidang ekuator serta orbit.
Akibat adanya Kemiringan Bumi dan Rotasi, membuat setiap negara di dunia memiliki durasi waktu yang berbeda.***
Share this article
Karena tidak setiap negara berada persis di garis khatulistiwa yang rutin terkena sinar matahari, pelaksanaan ibadah puasa cenderung beda.