Alasan Durasi Puasa Ramadhan Tak Sama di Tiap Tempat, Ada yang sampai 20 Jam!

Ilustrasi. Karena tidak setiap negara berada persis di garis khatulistiwa yang rutin terkena sinar matahari, pelaksanaan ibadah puasa cenderung beda.
Ilustrasi. Karena tidak setiap negara berada persis di garis khatulistiwa yang rutin terkena sinar matahari, pelaksanaan ibadah puasa cenderung beda.

AYOJAKARTA.COM — Keharusan untuk dapat mengelola amarah dalam kondisi lapar dan haus, menjadikan Ramadhan sebagai bulan penyucian jiwa bagi umat muslim.

Diwajibkan kepada orang-orang yang beriman, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan juga telah diatur secara terperinci dalam berbagai kajian fiqih.

Sejak datang waktu Subuh hingga tiba Maghrib, setiap orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan juga diharuskan untuk tetap menjalankan kewajiban sosial.

Berlangsung dalam durasi waktu yang relatif lama, menjadikan amalan puasa Ramadhan sebagai salah satu ibadah dengan nilai ganjaran istimewa di sisi Allah SWT.

Karena tidak setiap negara berada persis di garis khatulistiwa yang rutin terkena sinar matahari, pelaksanaan ibadah puasa cenderung berbeda-beda.

Baca Juga: Bukan Hanya PKH dan BPNT, Inilah 5 Jenis Bansos yang Akan Kembali Disalurkan Menjelang Datangnya Bulan Ramadhan

Berbeda dengan Indonesia yang terpapar sinar matahari seimbang sehingga waktu Subuh hingga Maghrib berjarak 13 jam, beberapa negara justru berlangsung lebih cepat.

Adapun negara dengan waktu pelaksanaan puasa Ramadhan relatif lebih singkat dibandingkan Indonesia adalah Australia.

Jika transisi waktu dari Subuh hingga Maghrib di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 13 jam, puasa Ramadhan di Australia hanya berlangsung sekitar 11 Jam 59 menit.

Selain Australia, negara berikutnya yang membutuhkan waktu puasa lebih singkat adalah Argentina dengan durasi 9 jam 37 menit.

Negara berikutnya yang juga termasuk memiliki durasi paling singkat di dunia adalah Chile, dengan waktu puasa selama 9 jam 12 menit.

Baca Juga: Dana Segar Jelang Ramadhan! 3 Bansos Cair Februari 2025, Cek Nominal dan Cara Verifikasinya

Sementara untuk umat muslim yang berada di Greenland maupun Denmark, setiap hari di bulan Ramadhan harus berpuasa selama sekitar 20 jam.

Salah satu penyebab adanya perbedaan waktu berpuasa Ramadhan di beberapa belahan negara tersebut adalah karena rotasi dari planet bumi.

Karena bentuk planet yang bulat pipih, rotasi atau perputaran bumi merupakan penyebab datangnya waktu siang dan malam.

Daerah terkena sinar matahari langsung akan mengalami waktu siang, sementara bagian yang membelakangi akan mengalami waktu malam.

Penyebab kedua yang menyebabkan terjadinya perbedaan durasi waktu puasa di beberapa negara adalah karena adanya revolusi bumi.

Baca Juga: Laris Manis dari Ibu Kota! 6 Ide Jualan Takjil Ramadhan Khas Betawi

Perputaran rotasi bumi saat mengelilingi matahari, menyebabkan terjadinya gerak semu matahari dan perbedaan waktu antara siang dengan malam hingga musim.

Penyebab ketiga yang menyebabkan perbedaan durasi waktu berpuasa di setiap negara adalah kemiringan bumi.

Meski berputar pada poros, bumi tidak berputar secara tegak lurus, sehingga kemiringan tersebut berdampak pada bidang ekuator serta orbit.

Akibat adanya Kemiringan Bumi dan Rotasi, membuat setiap negara di dunia memiliki durasi waktu yang berbeda.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Ramadhan
# puasa
# Durasi

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.