AYOJAKARTA.COM - Tanda-tanda kiamat semakin jelas, artinya ini sudah memasuki akhir zaman.
Dalam Islam salah satu rukun Iman yakni mempercayai adanya hari akhir atau kiamat.
Meskipun waktu kapan kiamat itu terjadi tidak ada yang tahu pasti, tetapi Mbah Moen menjelaskan ada pertandanya.
Baca Juga: Cara Lihat Tanggal Bergabung di Instagram Akun Pribadi dan Orang Lain, Cukup Buka Fitur Ini
Seperti pada riwayat Nabi Muhammad SAW yang disampaikan Mbah Moen yakni kiamat itu akan terjadi jika di dunia ini sudah tidak ada lagi umat yang berdzikir.
"Kiamat itu tidak akan terjadi selagi di dunia masih ada orang yang berdzikir," tutur Mbah Moen dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube ppalanwarsarang pada Selasa, 21 Februari 2023.
"Jadi sekarang, kapan itu kiamat? kalau sudah tidak ada orang yang berdzikir," sambungnya.
Mbah Moen berkata bahwa salah satu cara orang dekat dengan Allah, yakni dengan berdzikir.
Baca Juga: Tak Perlu Hapus Pesan Lagi! WhatsApp Hadirkan Fitur Edit Pesan yang Telah Dikirim, Begini Caranya
"Tidak akan bisa terlepas dari berdzikir untuk mengetahui Allah," ungkap Mbah Moen.
Lafadz atau kata Allah dalam huruf arab memiliki keistimewaan tersendiri.
Dimana jika dibuang hurufnya dari depan justru semakin mengandung makna yang lebih dekat dengan Allah.
"Sekarang yang sama dengan lafadz Allah itu tidak akan ada," ujar Mbah Moen.
Baca Juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tanggapi Kritik BEM UI, Ungkap Jokowi Itu Milik Rakyat Indonesia!
"Lafadz Allah itu kalau dibuang hurufnya dari depan itu malah menjadikan semakin dekat dengan Allah," sambungnya.
Dijelaskan bahwa tulisan Allah dalam bahasa arab mengandung 4 huruf yakni alif, lam, lam, dan ha.
Mbah Moen menyampaikan jika huruf alifnya dibuang justru mengandung makna lebih dekat yakni 'karena Allah'.
"Kamu itu tidak akan bisa dekat dengan Allah kalau tidak dibuang huruf alifnya," tutur Mbah Moen.
Baca Juga: Twitter BEM UI Diretas setalah Sebut Jokowi Milik Parpol Bukan Milik Rakyat
"Kalau dibuang alifnya maka menjadi lillah artinya karena Allah," tambahnya.
Dalam pengertian tersebut, Mbah Moen menegaskan bagaimanapun seorang hamba akan masuk surga apabila melakukan amal dengan niat karena Allah.
"Orang itu bagaimanapun juga dapat masuk surga kalau beramal ada yang lillahi taa'la karena Allah," jelas Mbah Moen.
Sementara, selanjutnya jika lafadz lillah dibuang huruf lamnya maka artinya menjadi 'karena untuk-Nya'.
Baca Juga: Twitter BEM UI Diretas setalah Sebut Jokowi Milik Parpol Bukan Milik Rakyat
"Lafadz lillah dibuang lamnya maka menjadi lahu, artinya karena untuk-Nya (Allah)," tutur Mbah Moen.
Dalam hal ini Mbah Moen menyampaikan bahwa jika di pesantren maka dikenal dengan istilah dhomir sya'n, yang artinya itu 'semua hanya untuk Allah'.
"Namanya kalau di pesantren namanya dhomir sya'n, (artinya) itu semua hanya untuk-Nya yang lain hilang," ujar Mbah Moen.
"Orang kalau sudah mengerti Allah maka tidak akan teringat selain Allah," tambahnya.
Baca Juga: Licik! Begini Cara Penipu Lakukan Penipuan Dalam Jual Tiket Konser Coldplay Palsu
Selanjutnya apabila lafadz lahu dihilangkan lamnya maka artinya 'cuma Allah saja'. Justru pada wali menjadikan kata 'hu' tersebut sebagai amalan dzikir.
"(Lafadz) lahu, dihilangkan lamnya menjadi hu. Hu itu cuma Allah saja, makanya kalau ada orang yang sudah menjadi wali itu dzikirnya hu hu hu," pungkas Mbah Moen.
Istimewanya nama Allah ketika huruf awalnya dihilangkan satu per satu akan bermakna yang menunjukkan kedekatan kepada-Nya.
"Jadi di dunia ini ada nama yang kalau dihilangkan dari awal menunjukkan kedekatan dengan Allah," ungkap Mbah Moen.
Baca Juga: Siap-siap! Bantuan Sosial KIS 2023 Segera Cair, Begini Cara Cek Lewat HP
"hu hu hu masih berada di bibir kalau dihilangkan merasuk di hati namanya ini dzikir sirri," tambahnya.
Dengan dzikir 'hu' tersebut justru seseorang yang membacanya akan membuat seolah Allah merasuk ke hati.
"Jadi semua lafadz kalau dibuang itu berubah, berbeda dengan lafadz Allah jika dibuang malah merasuk di hati," jelas Mbah Moen.
Maka Mbah Moen menyampaikan apabila orang masih berdzikir maka tidak akan terjadi kiamat.
"Asal hal ini (dzikir) masih (dilakukan), (maka) tidak akan terjadi kiamat," pungkasnya.***

Share this article
Dalam Islam salah satu rukun Iman yakni mempercayai adanya hari akhir atau kiamat. inilah nasihat Mbah Moen dan amalannya