AYOJAKARTA.COM – Bulan suci Ramadan di tahun 2023 tinggal hitungan hari.
Bulan Ramadan menjadi bulan yang mulia dan paling dirindukan oleh umat Muslim diseluruh dunia.
Karena bulan Ramadan berbeda dengan bulan-bulan lainnya, umat Muslim mendapat pahala yang berkali-kali lipat atas kebaikan atau amalan yang dilakukan di bulan suci.
Baca Juga: Perlukah Meminta Maaf Sebelum Bulan Ramadan? Ini Jawaban dari Ustaz Adi Hidayat
Sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama 29-30, umat Muslim diwajibkan untuk membayar utang atau mengganti utang puasa di Ramadan tahun sebelumnya.
Membayar utang puasa Ramadan dilakukan dengan jumlah puasa yang bolong tahun sebelumnya.
Seperti, ketika tidak berpuasa pada tahun 2022 sebanyak 5 hari, utang yang harus dibayar 5 hari puasa juga sebelum puasa Ramadan 2023.
Baca Juga: Tanggal Berapa Penetapan Puasa Ramadan 2023? Simak Informasinya Berikut Ini
Akan tetapi, bagaimana hukumnya jika puasa 2021 dan 2022 belum dibayar?
Menurut pernyataan Ustaz Abdul Somad atau UAS, jika puasa sebelumnya belum dibayar maka hanya qadha saja.
“Maka kalau dia mengganti Ramadan ini sampai ke Ramadan hanya qadha saja,” ungkap Ustaz Abdul Somad, dikutip dari YouTube Ustadz Menjawab pada Senin, 20 Maret 2023.
Akan tetapi jika puasa 2021 belum dibayar juga, maka setelah ibadan Ramadan 2023 selesai Anda harus membayar puasa dan denda.
Denda yang dimaksud yakni harus membayar 1 mud atau 0,75 kg beras per 1 hari puasa.
“Tapi kalau melewati Ramadan qadha satu hari ditambah 1 hari 1 mud beras,” ungkap UAS.
Baca Juga: Adakah Bacaan Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan Hari Pertama?
“Siapa yang tidak mengganti Ramadan yang lalu sampai Ramadan yang ini, lalu lewat Ramadan nanti maka kena denda 1 hari 1 mud,” jelas Ustaz Abdul Somad.
“1 mud itu 0,75 kg beras,” tuturnya.
Nantinya, kata UAS, denda tersebut disumbangkan kepada fakir miskin atau anak yatim.***

Share this article
Menurut pernyataan Ustaz Abdul Somad atau UAS, jika puasa sebelumnya belum dibayar maka hanya qadha saja.