AYOJAKARTA.COM - Berikut adalah penjelasan mengenai nikmat terbesar manusia seperti yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad adalah salah satu tokoh agama yang kerap membagikan nasihat-nasihatnya.
Sosok yang kerap dipanggil UAS itu kerap menyampaikan nasihat yang menggetarkan hati.
Dalam salah satu ceramahnya, UAS menjelaskan tentang nikmat terbesar manusia.
UAS menerangkan bahwa nikmat terbesar manusia bukanlah kekayaan.
Baca Juga: Seruan Bertanggung Jawab Menurut Ustaz Abdul Somad Sebelum Menghadap Allah SWT
Menjadi kaya dan memiliki harta yang berlimpah adalah impian dan keinginan semua orang.
Sering kali manusia mengartikan nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah SWT adalah berupa kekayaan.
Akan tetapi, menurut UAS banyaknya harta yang dimiliki tidak bisa menolong manusia saat mati.
“Nikmat terbesar bagi kita hari ini bukan kaya, karena banyak orang yang kaya tapi harta tak bisa menolong di hadapan Allah,” jelas UAS dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Jalan Hijrah pada Selasa (21/2/2023).
UAS juga memaparkan bahwa jabatan bukan hal yang menjadi nikmat manusia.
Baca Juga: Merinding! Ini Pesan dan Renungan Diri dari Ustaz Abdul Somad Tentang Kehidupan
Ini karena, setinggi apapun jabatan yang dimiliki tidak bisa menolong manusia dari siksa api neraka.
“Nikmat terbesar bagi kita hari ini bukanlah jabatan, kenapa berat? karena banyak jabatan tapi tidak bisa menolong melepaskan dari neraka jahanam,” paparnya.
“Kalaulah manusia itu mulia karena jabatan maka Firaun jauh lebih mulia, kalaulah manusia itu mulia karena harta maka Qarun sampai hari ini harta yang tertimbun di dalam tanah, kalaulah orang mulia karena otaknya maka tidak ada yang lebih cerdas daripada Haman,” sambungnya.
Lebih jauh, dalam ceramahnya UAS pun menuturkan bahwa kemuliaan itu terletak pada Allah SWT.
“Tapi kemuliaan terletak pada Allah, ya Allah jadikanlah akhir kalam kami ketika ajal sampai yang terakhir ucapan akhir yang keluar dari mulut adalah laa ilaha illallah,” tutupnya.***

Share this article
Ustaz Abdul Somad menjelaskan tentang nikmat terbesar manusia, ternyata bukanlah harta dan kekayaan.