AYOJAKARTA.COM -- Bagaimana jika seseorang punya utang puasa Ramadhan tetapi lupa berapa hari yang terlewat?
Buya Yahya, seorang ulama yang sering menyampaikan dakwah melalui media sosial, memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah, Buya Yahya menjelaskan langkah-langkah yang bisa diambil ketika kita lupa jumlah utang puasa Ramadhan.
1. Menyadari, Menyesal, dan Memohon Ampunan
Langkah pertama adalah menyadari kesalahan, menyesalinya dengan sungguh-sungguh, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Sikap ini menunjukkan ketulusan hati dalam memperbaiki kekhilafan di masa lalu.
2. Melaksanakan Qadha Puasa Ramadhan
Setelah bertaubat, kewajiban selanjutnya adalah mengganti (qadha) puasa yang tertinggal.
Namun, sebelum melaksanakan qadha, penting untuk memperkirakan jumlah hari yang terlewat seakurat mungkin.
Baca Juga: Laris Manis dari Ibu Kota! 6 Ide Jualan Takjil Ramadhan Khas Betawi
Contoh Perhitungan:
Misalkan, seseorang mulai baligh pada usia 15 tahun, tetapi selama 10 tahun berikutnya, ia hanya berpuasa 10 hari setiap Ramadhan.
Ketika ia sadar dan bertaubat pada usia 25 tahun, perhitungannya adalah sebagai berikut:
- 10 tahun x 30 hari puasa = 300 hari
- Puasa yang sempat dijalankan: 10 hari x 10 tahun = 100 hari
- Utang puasa = 300 - 100 = 200 hari
Orang tersebut harus mengqadha 200 hari puasa. Untungnya, puasa qadha ini tidak harus dilakukan sekaligus dan bisa dicicil sesuai kemampuan.
Baca Juga: Kapan Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Dibuka, Simak Prediksi Jadwal Pendaftarannya
3. Memilih Jumlah yang Paling Aman
Jika ragu apakah utang puasa sebanyak 2 atau 3 hari, Buya Yahya menyarankan untuk memilih jumlah yang lebih besar, yaitu 3 hari.
Hal ini bertujuan untuk menghindari rasa was-was dan memastikan kewajiban benar-benar terpenuhi.

Share this article
Bagaimana jika seseorang punya utang puasa Ramadhan tetapi lupa berapa hari yang terlewat? Yuk, simak jawabannya.