AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang selalu dinantikan kehadirannya pagi umat Islam karena bulan ini dinilai bulan suci.
Selain itu, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ada amalan-amalan tertentu yang dilakukan hanya di bulan ini saja.
Beberapa amalan yang hanya dilaksanakan di bulan Ramadhan diantaranya ibadah puasa, adanya sahur dan berbuka, adanya shalat tarawih dan witir, serta memperbanyak tadarus Al-Qur'an.
Baca Juga: 2 Masalah Besar Menanti Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Bukan Lagi Kasus Pembunuhan Brigadir J
Dimana, hanya pada bulan Ramadhan semua amalan yang dikerjakan pahalanya akan dilipatgandakan, karena itu bulan ini disebut bulan suci penuh rahmat.
Namun ada saja, sebagian umat muslim yang tidak bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini secara maksimal.
Lantaran bagi wanita muslimah yang masih haid, selalu saja ada halangan di setiap bulannya (masa haid), atau bagi wanita yang dalam masa nifas, atau menyusui.
Selain itu, tentunya banyak hal lain yang menyebabkan seorang muslim meninggal ibadah puasa atau yang lain nya. Dan bagi yang tidak melaksanakan ibadah puasa, maka wajib mengqodhonya di lain waktu.
Baca Juga: Soal Keterangan Ricky Rizal dan Kuat Maruf, Kamaruddin Simanjuntak: Ada Kebohongan yang Menonjol
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Ustadz Buya Yahya menjelaskan terkait qodho puasa.
Buya Yahya menjelaskan tentang qodho puasa yang lama tidak dikerjakan dan lupa jumlah puasa yang harus diqodho.
"Yang pertama yang harus anda sadari adalah sadari nyesel dulu, mohon diampuni, yang kedua adalah harus anda qodho," jelas Buya Yahya.
Namun, sebelum mengqadha utang puasa, pastikan dihitung dulu berapa banyak utang puasanya.
Apalagi jika utang puasa itu terhitung dari sejak baligh, dan menyadarinya saat sudah tua.
"Kira-kira haid umur empat belas tahun, sekarang baru sadar umur berapa? umur dua puluh lima, dalam sebulan paling berapa hari puasa?" ujar Buya Yahya.
Baca Juga: Kenali 5 Wilayah di Jakarta dengan Nilai Pajak Tinggi, Berminat Miliki Hunian di Sini?
"Sebulan paling sepuluh hari, coba hitung sampai umur dua puluh lima, kan sepuluh tahun, sepuluh tahun berarti sepuluh bulan (bulan ramadhannya) berarti dua puluh kali sepuluh," sambungnya.
Dari hitungan tersebut maka akan dapat memudahkan umat Islam untuk mengqodho utang puasa di hari lain.
Namun, jika masih ragu menetukan jumlah utang puasanya, maka boleh di ambil jumlah yang paling banyak.
"Dua atau tiga mana yang harus saya qodho? jika perakunya dua atau tiga, maka ambil yang tiga," ujar Buya Yahya.
Baca Juga: Keerom Papua Diguncang Gempa 4,8 Magnitudo, Kenali Cara Antisipasi Gempa
"Kalau ambil yang tiga itu, yang satu dalam ragu-ragu yang dua pasti," sambungnya.
Buya Yahya pun menjelas perihal mengqodho di hari-hari sunnah, maka akan sekaligus mendapat pahala sunnah.
"Kalau anda pilih di hari-hari sunnah, maka anda pun saat itu mendapat pahala sunnah, niat mengqodho anda pun mendapat pahala sunnah," ujar Buya Yahya.***

Share this article
Jika Anda lupa jumlah utang puasa Ramadhan, buya Yahya sarankan cara ini. Jelang bulan suci Ramadhan 2023 sudahkah Anda bayar Qadha?