AYOJAKARTA.COM -- Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, ada satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan, yaitu puasa Syawal.
Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan luar biasa.
Bahkan, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Menariknya, puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berturut-turut. Kita bisa menjalaninya kapan saja selama bulan Syawal, sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan.
Meskipun begitu, banyak orang memilih untuk segera menunaikannya setelah Hari Raya Idul Fitri agar tidak tertunda.
Lalu, apa saja manfaat dari puasa Syawal ini?
Baca Juga: 7 Amalan yang Baik Dilakukan di Bulan Syawal, Salah Satunya Menikah?
Selain sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadan, puasa ini juga menjadi tanda bahwa seseorang tetap semangat beribadah meskipun Ramadan telah usai.
Ibaratnya, jika Ramadan adalah ajang latihan, maka puasa Syawal menjadi cara untuk mempertahankan kebiasaan baik setelahnya.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalankan puasa Syawal, terutama bagi yang masih memiliki hutang puasa Ramadan. Sebaiknya, hutang tersebut diselesaikan terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa sunnah ini.
Ada juga perbedaan pendapat tentang apakah niat puasa qadha bisa digabung dengan puasa Syawal, tapi jika ingin mendapatkan keutamaan maksimal, lebih baik dilakukan secara terpisah.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Wisata Jabodetabek untuk Libur Lebaran 2025
Bagi yang ingin menjalankan puasa Syawal, cukup berniat pada malam harinya, lalu berpuasa sebagaimana biasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Jadi, sudah siap menambah amalan setelah Ramadan? Enam hari yang ringan, tapi pahalanya luar biasa.
Share this article
Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, ada satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan, yaitu puasa Syawal.